10 June 2012

Selamanya Cinta part 1 (One Direction Fanfiction story)

just close your eyes, and imagine this really happen, dreams do come true :)


“SUUUUTTTT! SEMUA TOLONG YA DIEM, TARA MAU NONTON SEBENTAAAR, LIAT TUH! ONE DIRECTIOOONNN!!” teriak Tara kepada semua orang yang sedang berada dalam ruangan itu. Mama, papa, dan Tania adik tara hanya bisa menatap Tara dengan tatapan heran. Tapi yang ditatap sama sekali tidak peduli. Mama, papa, dan Tania tadinya sedang menonton televisi di ruang keluarga, dan tiba-tiba saja Tara datang dengan terburu-buru dari arah kamarnya. Gadis berumur 16 tahun itu memang sangat menggilai boyband yang sedang booming tadi, ya, One Direction.

“aaaaaa kaka mah nyebeliiin! Tania kan lagi nonton badil kak, udah mana tadi badilnya lagi naik elang tuh, seru padahal” komentar Tania, gadis kecil berumur 5 tahun. “kakak! Ih aku malah dicuekin” oceh Tania sambil cemberut, tapi yang diajak bicara tetap saja tidak bergeming. “sudah ya Tania, Tania kan anak pinter, Tania ngalah aja sama kakak, besok kan badilnya ada lagi, kalo yang ditonton kakak tuh jarang-jarang ada nak” ucap papa menenangkan si kecil. “udah yuk, Tania main aja sama papa yuk ke rumah bude” ajak papa untuk menghibur Tania.


“hai Niall! Kamu kenapa ngeliatin aku gitu? kamu suka sama aku ya? jujur!” “ih jawab dong Niall!” . “Tara, stop ngomong sama poster! Sampe kamu ubanan juga dia gak bakal nyautin” tegur mama yang tiba-tiba saja sudah berada di ambang pintu kamar Tara. “iya ma iyaaa” jawab Tara dengan wajah cemberut. “besok kamu udah sekolah lagi kan?” Tanya mama. “iya ma, besok udah mulai masuk lagi”. Gadis manis berkulit sawo matang dan memiliki tinggi yang ideal untuk seorang gadis seumurnya itu kini bersekolah di SMA Nusantara dan kini duduk di kelas 11 semester dua. “yaudah, abis itu kamu tidur ya biar besok gak kesiangan, brentiin tuh kebiasaan kamu ngomong sama poster, ntar gila loh” pesan mama sambil meninggalkan kamar Tara. “ish mama.. nggak ngerti banget sama anak muda.. kamu juga, kenapa masih ngeliatin aku aja?! Kalo suka tuh bilang!” oceh Tara ke arah poster One Direction yang dipajang di dinding kamarnya.


“pa, Tara masuk skolah ya” ucap Tara dengan nada tergesa-gesa, ia mencium tangan papanya dan kemudian berlari-lari kecil menuju gerbang sekolahnya. “duh, aku telat, aku telat, aku telat,…” bisik Tara kepada dirinya sendiri. Untung saja ia belum telat, tak lama setelah ia masuk, pak satpam segera menutup gerbangnya. “makasih pak, duh bapak baik deh he he he” ucap Tara kepada pak satpam yang hanya menatapnya dengan ekspresi datar. Kemudian Tara melanjutkan perjalanan ke arah kelasnya, ia melewati ruang kepala sekolah yang pintunya sedikit terbuka, sedikit sekali. 

Tara iseng mengintip ke dalam pintu yang hanya terbuka sedikit itu. ih itu… itu siapa? Kok kayanya aku gak kenal ya ucap Tara dalam hati, ia melihat punggung seorang murid yang mengenakan seragam SMA, dan Tara merasa asing, terutama dengan gaya rambutnya yang… lebih bagus dari kebanyakan rambut anak laki-laki di sekolahnya. 

Tapi kemudian Tara segera melanjutkan langkahnya menuju kelas. Ketika sampai di kelas, ia melihat banyak teman-temannya yang sedang berkumpul dan membicarakan sesuatu. Tara duduk di bangkunya dan mulai bertanya kepada kumpulan murid yang paling dekat dengannya “eh, pada ngomongin apa sih?” . “mmm… Tara pengen tau aja apa pengen tau banget?” ledek Shanon, ratu gosip dikelasnya. “ish dasar kamu! Serius ah, pada ngomongin apa?” balas Tara. “itu… katanya boyband one direction pindah sekolah kesini, itu, boyband kesukaan kamu itu looh” jawab Shanon. “HAH? DEMI APA DEMI APAAA????” Tara histeris. “ish norak kamu, ketinggalan histerisnya, anak-anak cewek lain histerisnya udah dari tadi kali” “ish yaudah sih, aku kan telat” 
“eh eh pak Doni dateng” ucap shanon sambil berlari ke bangkunya. Dan… pak Doni ternyata datang bersama dua orang anak laki-laki. Tara kaget, benar-benar shocked. ITU KAN… YA AMPUN !! ITU LOU SAMA NIALL !!! batinnya, hatinya serasa ingin keluar dari dadanya. CANT BELIEVE IT! GUE SEKELAS SAMA NIALL SAMA LOUIS !! AAAAAAA Tara terus-terusan histeris dalam hati. Kemudian pak Doni menyuruh kedua anak itu mengenalkan diri di depan kelas dan kemudian duduk di bangku yang kosong. Tara melihat ekspresi Niall begitu tidak mengenakan, seperti orang marah, kesal. Sedangkan Lou, ekspresinya datar, biasa saja. Dan Tara benar-benar kaget ketika Niall memilih duduk di sebelahnya sementara Lou duduk di bangku pojok, Tara dan Niall berada dua bangku di depan Lou dengan barisan yang berbeda dengan barisan Lou.

“ha.. hai!” Sapa Tara dengan gugup. “hai” jawab Niall dengan singkat, singkat dan jutek. “kenalin, aku Tara” sambil menyodorkan tangannya Tara memperkenalkan diri. Niall menyambut tangan Tara, tetapi tidak benar-benar menyambut, hanya menyentuh sebentar kemudian menarik tangannya lagi, lalu berkata “Niall”. Tara kesal, sakit hati. hih, mentang-mentang artis, sombong banget kok yah, katanya Niall baik banget, tapi kok jutek gitu sih batin Tara, ia sedikit sedih melihat kenyataan bahwa idolanya itu begitu jutek. 

Selanjutnya sepanjang pelajaran, Niall dan Tara tak begitu banyak berkomunikasi, paling ucapan Niall hanya “pinjam penghapus” kemudian mengambil penghapus Tara tanpa menunggu respon dari Tara. Atau seperti “nih” sambil menaruh kembali penghapus yang dipinjamnya. Tara juga, ia sudah terlanjur sakit hati, dan berjanji pada dirinya sendiri ia tidak akan mengagumi Niall lagi, benar-benar tidak seperti yang diharapkannya, karena itu ia tidak mencoba lagi untuk mengajak Niall berbicara. Kemudian hal yang lain yang terjadi ialah, Tara sesekali melihat Niall menengok ke belakang, ke arah Louis, tapi Tara tidak mengerti apa yang terjadi, Tara tidak mengerti apa yang mereka lakukan, apa yang mereka bicarakan melalui tatapan masing-masing dari mereka
.

Seminggu telah berlalu, segalanya berjalan begitu-begitu saja, Tara kini memang masih menyukai One Direction, tapi ia tidak lagi menggilai personilnya, tepatnya, itulah yang Tara coba lakukan. Tapi nyatanya tidak, dalam lubuk hatinya, Tara masih selalu mengagumi idolanya, ia hanya menyangkal itu karena melihat idolanya tidak sebaik yang ia pikirkan. Hubungan Niall dan Tara dikelas juga tidak ada perubahan, masih dengan hubungan yang-berbicara-seperlunya-saja.

Tapi hari ini, Tara bingung. Niall sedikit berubah. Ketika jam istirahat, Tara memutuskan untuk tidak pergi ke kantin. Niall bangkit dari bangkunya dan berkata “kamu ikut aku, aku mau kenalin kamu ke the boys” dengan nada yang sedikit jutek. Tara kaget, ia sangat ingin sekali diperkenalkan dengan personil One Direction yang lain, tapi kok jutek gitu sih, Niall aneh batin Tara. Tanpa menunggu jawaban Tara, Niall menarik tangan Tara dan menggeretnya kea rah kantin “eh eh eh pelan-pelan kek!” protes Tara di tengah jalan. “udah jangan bawel” jawab Niall.

Sesampainya di kantin, Niall mencari-cari dimana the boys, dan kemudian menghampiri, masih dengan tangan Tara digenggamannya. “nih.. kenalin, dia Tara” ucap Niall langsung ketika sampai di meja the boys. “oh.. hai Tara! Jadi kamu ya yang sebangku sama Niall itu ya? Ayo duduk sini” sambut Liam sambil mempersilahkan Tara duduk di bangku yang sudah disediakan. “iya.. hehe kok Niall bisa ngenalin aku ke kalian gini sih? Kalian yang minta atau gimana?” jawab Tara langsung to the point. Harry, Zayn dan Liam terlihat bingung, namun tetap tersenyum. “ohh.. iya itu, Niall kayanya tertarik tuh sama kamu” sahut Louis sambil menyolek pinggang Niall dan tersenyum jahil. “ish apaan sih Lou” sahut Niall ketus. Hah? Niall tertarik sama aku? Tertarik tapi kok jutek gitu sih? Padahal yang lain ramah banget, kesan pertama nyenengin banget. Ah bodo deh mau Niall jutek apa engga, yang penting dapet kesempatan deket sama yang lainnya HUAHAHAHA. “eh, kamu kelasnya dimana?” Tanya Tara kepada Liam, Harry dan Zayn. “ooh.. aku sama Liam di kelas 11B, kalo Zayn nyasar sendirian di kelas 11C haha” jawab Harry. “ohh haha kasian ya Zayn” ledek Tara. Yang diledek hanya tersenyum malu-malu saja. “kalo kamu, Niall sama Lou di kelas 11A kan ya?” Tanya Zayn. “iya.. hehe” jawab Tara. Dan selanjutnya Tara dan the boys asyik mengobrol. Zayn, Harry, Liam, dan Louis sangat menikmati perbincangan mereka dengan Tara, hanya Niall saja yang berbicara sepenuhnya, dia lebih memfokuskan diri dengan apa yang sedang dimakannya.

Kedekatan Tara dengan the boys terus berlanjut, mereka begitu akrab, bahkan Tara sering mengunjungi rumah Liam, Harry, Zayn, maupun Louis, sesekali Tara mengunjungi rumah Niall, itupun karena the boys yang mengajak Tara, Niall masih sedikit jutek dengan Tara, meski begitu, ini sudah mengalami kemajuan, Niall sudah mau mengobrol dengan Tara dan mengurangi kejutekannya.


Suatu hari, Tara tidak sengaja bertemu Liam di tengah perjalanannya menuju rumah waktu pulang sekolah. “hai Liam! Mau pulang ya?” “iya nih, kamu jugakah?” “iya hehe.. eh aku main dong ke rumah kamu, ngobrol aja gitu, aku bosen main sama Harry sm Louis mulu di rumah mereka, kalo ke rumah kamu kan jarang tuh hehe” “fine, ayok!”. Kemudian Tara dan Liam berjalan bersama ke rumah Liam.

“ini kamar kamu Liam? Rapih bangeeeeettt” komen Tara dengan tatapan kagum. “masa? Biasa aja ah haha”. “iya serius deh, kalo buat ukuran cowok mah ini rapi” jawab Tara sambil mengacungkan jempolnya. “by the way, sejak pindah kesini, kamu udah punya pacar belum?” Tanya tara dengan tatapan menggoda. “udah dong haha kamu mau aku kenalin?” jawab Liam. “mauuuu!!!! Siapa namanya? Pasti dia beruntung banget yah dapet cowo rapi kaya kamu haha” “ish Tara, kamu ngeledek aja daritadi. Namanya Deas” sahut Liam dengan muka yang malu-malu. “hwaaa nama yang bagus Liam! Pasti dia cantik kan ya?” :iya dong, she’s great! Kapan kapan aku kenalin” “kok aku gak pernah denger namanya sih?kamu ketemu dimana sama dia?” “ohh.. itu, um.. di sekolah aku yang lama hehe” “ngomongin soal kepindahan kamu nih, kalian kenapa sih kok tiba-tiba pindah sekolah gitu? ada apa?” Tanya Tara. Liam langsung terlihat bingung, dan dia hanya bisa tersenyum canggung sambil berkata “pengen nyari suasana baru aja Ra hehe”. Tara heran, seperti ada sesuatu yang disembunyikan, tapi apa?


“iya jo, jadi makin hari aku makin deket aja tuh sama the boys. yaaa tetep, Niall masih gak kaya yang lain. Sedih si, tapi gimana haha”

“udah deh, jangan dipikirin cantik, yang penting yang lainnya baik kan sama kamu? Kata kamu Liam baik banget, trus Zayn suka bantuin kamu kalo kamu susah, suka senyum suka sama kamu, kamu sendiri juga yang bilang Louis suka bercandain kamu, dan Harry yang yang gaya bicaranya paling kamu sukain”

“duh Jo, kamu inget aja kok yah sama apa apa yang udah aku certain ke kamu haha tkanks ya by the way selama ini kamu udah mau jadi sahabat penaku, beneran deh, sometimes we need to meet, kita harus ketemu, aku pengen ketemu sama orang yang selama ini baca curhatan aku”

“next time Tara, we will :) . Kamu tidur gih, udah malem kan ini hehe”

“oke, bye Jo :)

Begitulah, sejak liburan semester, Tara menemukan teman baru melalui jejaring social Twitter, dan pertemanan mereka berlanjut sampai ke MSN. Namanya Jo, meskipun Tara bahkan tak tahu ia seperti apa, Tara sangat nyaman bercerita dengan Jo. Dia sangat dewasa dari caranya merespon cerita-cerita Tara. Bahkan Jo lah orang pertama yang Tara beritahu mengenai kedatangan One Direction di sekolahnya.

Malam ini Tara sudah berusaha keras untuk tidur, tapi tidak bisa. Ia terus… ia terus kepikiran dengan kelima cowok yang tiba-tiba saja hadir di hidupnya. Tidak, Tara hanya memikirkan seseorang. Ya, siapa lagi kalau bukan Niall. Artis yang sangat ia kagumi, yang sangat ia cintai, tapi justru yang paling tidak menghargai keberadaann Tara.

Ish, dasar Tara, udah tau Niall jutek sama kamu Ra.. tapi kamu kenapa masih mikirin dia? Aaaa aku gak bisa berenti buat mikirin Niall. Yang paling aku kagumi di One Direction kan Niall. Tapi Niall? Dia kenapa sama aku? Kenapa sikapnya dingin dan jutek sama aku?
Tapi…. Ya ampun. Aku gak bisa ngelupain tatapan Niall pas dia nolongin aku waktu kepeleset. Dia tuh kaya…. Ya ampun dia tuh kaya caring sama aku, tapi setelah dia sadar dari “tatap-tatapan ala india” yang baru aja kita lakuin, dia balik lagi kaya Niall yang jutek.
Dan oh… pas aku susah buka kunci gudang sekolah! Gatau kenapa tiba-tiba dia dateng, dan bantuin aku buka pintunya! Eh tapi bisa aja itu emang dia kebetulan lagi lewat, hhhuuufftttt
Eh tapi! Waktu lampu gudangnya mati! Kenapa tiba-tiba bisa bisa nyala dan Niall yang dateng nolongin aku? Muka dia juga kayanya khawatir gitu.. Apalagi waktu aku ketakutan banget sampe reflek meluk dia pas dia dateng, dia gak ngelepasin pelukan aku! Kenapa dia gak marah pas aku reflek meluk dia? Ah mungkin karena kasian.. Kenapa dia bisa tau lampu gudang mati? Aaaaa tapib esoknya juga dia udah biasa lagi sama aku, jutek lagi…
Aaaaa aku bener-bener gak bisa berenti mikirin Niall. Matanya, cara ketawanya, suara dia pas nyanyi, dan….. tatapan dia ke aku. Eh, aku kan sering mergokkin dia lagi natap aku, waktu lagi ngumpul-ngumpul sama the boys, sama waktu nyatet pelajaran.. tapi, kenapa gitu sih? Apa aku udah buat salah sama dia? Ih engga, orang ketemu aja baru 2 bulanan ini kok..
Ah bener deh,galaaauuuuu!!

Tara terus memikirkan Niall dan kebetulan-kebetulan aneh yang sering terjadi diantara mereka, sampai akhirnya Tara terlelap…
Keesokkan harinya saat pulang sekolah, Tara memutuskan untuk tidak langsung pulang ke rumah, ia melangkahkan kakinya menuju taman sekolah yang tentunya sudah sepi. Sesampainya disana, Tara kembali merenung, memikirkan…. Siapa lagi kalau bukan Niall?

Ketika Tara larut dalam pikirannya, datang Louis yang langsung mengambil posisi duduk disebelah Tara. “heeeiii, kok gak pulang?” Tanya Lou. “heh.. enggak.. aku lagi pengen kesini aja dulu” “galau yaaaa?” ledek Louis. “ish apaan si kamu Lou, sijaman galau? Ahahaha” jawab Tara diiring tawa garingnya.
“udah cerita aja sama aku, kamu kan juga sering cerita sama aku, kamu lupa? Atau aku udah gak asik lagi buat kamu? Atau kamu udah gak mau lagi curhat-curhatan sama aku?” Tanya Lou.
“engga Lou… aku…..” “kamu kenapa?” “Niall Lou… aku gak bisa berhenti mikirin dia” “udah aku tebak haha dia kan yang sering kamu curhatin ke aku..” “iya.. aku emang pengen  ngelupain dia, aku emang pengen banget nyadarin diri aku sendiri kalo dia tuh sama sekali ga ada perasaan sama aku.. tapi kebetulan-kebetulan diantara kita, dan apa yang dia lakuin ke aku, tatapannya Niall gak bisa dibohongin Lou! Dia kaya peduli gitu sama aku..” “iya, aku yakin kok dia suka sama kamu Ra, mungkin dia malu kali..” “MALU KENAPA SIH LOU? DAN KALO EMANG KATA-KATA KAMU BENER, KENAPA DIA JUTEK TERUS SAMA AKU? KENAPA?!!! KENAPA KALO DIA SUKA SAMA AKU DIA TERUS JUTEK SAMA AKU? DIA TERUS BERTINGKAH DINGIN KE AKU? KENAPA LOUU????!!!!!” omongan Tara meninggi, seperti orang yang kehabisan kesabaran, seperti orang yang putus asa dan ingin marah tapi tidak tahu harus marah pada siapa.

”maafin aku Ra, aku gak tau.. mungkin aja dia masih trauma sama mantannya.. makanya dia masih cuek dan jutek gitu sama kamu.. mungkin aja dia belum sadar kalo dia tuh suka sama kamu… atau bisa juga dia emang sadar, tapi dia berusaha nyangkal perasaan dia ke kamu..” tanggap Lou dengan sabar meskipun tadi Tara sempat membentak.
“hhh… maaf ya Lou, tadi aku kehilangan kontrol, aku capek Lou……” ucap Tara dengan wajah yang sedih. “iya iya… udah ya kamu jangan sedih terus, aku bakal selalu ada buat nemenin kamu” “makasih Lou…” “eh aku beli minum dulu ya Ra”
Setelah berkata demikian, Louis meninggalkan Tara. 30 menit berlalu dan Louis belum juga kembali. Tapi Tara sama sekali tidak memikirkannya lagi, ia sepertinya hanya butuh sendiri, mungkin menikmati kelelahannya..

Tak lama, datang Niall yang langsung duduk di tempat Louis duduk tadi, di samping Tara. Tara belum menyadari kedatangan Niall. “kamu ngapain Ra disini?” Tanya Niall untuk menyadarkan Tara dari lamunannya. Tara kaget dan tersadar dari lamunannya. “hah? Eng….. enggak kok, lagi pengen sendiri aja” tampak dari wajah Tara dia begitu kaget melihat Niall yang tiba-tiba saja sudah ada di sampingnya. Dan cara Niall berbicara, benar-benar berbeda seperti biasanya. Tatapannya lembut dan… seperti merasa bersalah. “oohh…mmm…” Niall terlihat bingung harus berbicara apa, ia menundukkan kepalanya dan memainkan kakinya. “kenapa Niall? Kamu tumben nyamperin aku, ngajak aku ngomong, tumben, banget” Tanya Tara. “Ra… aku..” “kenapa?” “aku sayang Ra sama kamu……..” Tara speechless, ia benar-benar tidak percaya dengan apa yang baru saja ia denga, Niall terlalu to the point!. What? Niall bilang sayang sama aku? Am I dreaming? Nggak, ini pasti cuma mimpi. “aku… selama ini selalu nyangkal perasaan aku ke kamu.. tapi aku gak bisa, rasa sayang aku justru malah tambah gede” aku Niall. “kamu… tapi… aduh, tapi kenapa kamu selama ini jutek banget sama aku Niall?” “iyaa, itu karena aku masih berusaha buat ngeyakinin diri aku kalo aku gak suka sama kamu.. tapi aku salah, tiap hari justru aku makin sayang sama kamu. Kamu beda aja, ada sesuatu dari diri kamu yang bikin kamu beda Ra.. dan aku suka itu, hati aku kaya udah milih kamu, tapi……” “tapi apa?” “ah, engga… hehe” Niall menjawab sambil tersenyum garing. “jadi, perasaan kamu ke aku gimana Ra? Kamu mau kan jadi pacar aku?” “hah? Em…..” Tara terlihat canggung, salah tingkah. 

“i..iya Niall.. justru aku yang dari awal udah jatuh cinta sama kamu.. kamu tau gak sih, di One Direction itu, aku paling ngagumin kamu.. sebelum kita ketemu, aku baca fakta-fakta tentang the boys, dan salah satunya bilang kalo kamu itu tipe orang yang jatuh cinta gak dari mata, tapi dari sini” Tara kemudian menempelkan telapak tangannya di dada Niall. “dari situ aku mulai menghayal.. eh nggak dari situ juga deng.. aku selalu menghayal kalo suatu saat sesuatu ngebuat kita bisa bertemu, karena kalo gitu, aku punya kesempatan buat deket sama kamu, dan aku juga berharap kalo kamu bisa jatuh cinta sama aku.. memang, kita ketemu, aku seneng banget… tapi pas tau kalo sikap kamu segitu juteknya sama aku, aku sedih.. harapan aku bisa kenal sama kamu, bisa dapet kesempatan buat dicintai sama kamu pupus semua….” Tara menceritakan segalanya dengan lemah, dan air mata mulai menggenang di matanya. “setiap malam sejak kita ketemu, aku gak pernah berhenti mikirin kamu Niall.. aku terus bertanya-tanya ada apa sama kamu.. aku heran aja, the boys pada ramah sama aku, tapi nggak begitu dengan kamu… aku sedih” air mata Tara mulai mengalir. “Ra… maafin aku Ra… aku sayang sama kamu” kemudian Niall memeluk Tara.

Cukup lama mereka berpelukan, dan akhirnya pelukan itu lepas dengan senyum yang bahagia di bibir kedua insan yang sedang jatuh cinta itu. “eh Ra.. sebenernya….” Ucap Niall. “kenapa?” jawab Tara. “heh? Engga deh gajadi.. hahaha” tawa Niall. “yeee dasar kamu”. “berarti, sekarang kamu pacar aku kan ya?” Tanya Niall polos. “hmm…. Mau kamu gimana deh?” ledek Tara. “yaaa.. mau aku mah pacaran” “mm.. emang pengen banget?” ledek Tara lagi. “ishh.. kamu mah gitu!” ucap Niall sambil menggelitik pinggang Tara yang hanya bisa tertawa melihat tingkah pacar barunya itu.

 AAAAAAHHHHH thanks God!! Aku bahagia bangeeeeettttttt.
READMORE - Selamanya Cinta part 1 (One Direction Fanfiction story)

18 May 2012

ONE DIRECTION FACTS (in Bahasa)



This is the Indonesian version, for the english version, as soon as possible i will post :) enjoy~

One Direction adalah sebuah boyband asal UK yang terdiri dari 5 orang pria. Member-membernya bernama Niall Horan, ia adalah satu-satunya personil yang berasal dari Ireland. Kemudian ada Liam Payne, Louis Tomlinson, Harry Styles dan Zayan Malik. Zayn merupakan satu-satunya member yang beragama Islam.

Nama panjang Niall adalah Niall James Horan, nama ibunya Maura Gallagher dan nama ayahnya Bobby Horan. Dia satu-satunya member yang berasal dari Ireland, so he’s an Irish. Dia member yang doyan makan, banget. Dan restoran yang paling Niall favoritin itu Nandos, bahkan pas ditanya, Niall bilang kalo nanti dia punya Nandos sendiri dia bakal kasi nama Nialldos. Satu lagi, kebiasaan buruknya adalah…. Ngentut ! but he’s still cute :3 . Niall lahir 13 September 1993 di Mullingar, Country Westmeath, Ireland. Dia punya satu kakak namanya Greg Horan. Orangtuanya bercerai waktu Niall masih 5 tahun. Niall itu left-handed, nama lainnya kidal. Dan dia paling seneng main gitar, gitar pas hari natal merupakan hadiah terbaik yang pernah Niall terima. Warna favorit Niall adalah hijau. Niall ngefans berat sama Justin bieber, bahkan kata Liam, kalo kita buka dompet niall, yang pertama kita liat ya fotonya justin sama foto the boys. Niall suka sama cewe ga dari penampilan, dia bisa jatuh hati sama siapapun, karena Niall jatuh cinta itu ga pake mata, tapi pake hati. Meskipun member yang paling muda itu harry, the boys selalu berfikir bahwa yang paling muda itu Niall, kata Louis hal itu karena Niall is cute while Harry is pervert hahaha bahkan Harry kadang iri sama Niall karena dia yang paling dimanja di 1D. kemampuan Niall bernyanyi terlihat pas Niall dan keluarganya jalan-jalan naik mobil, kemudian Niall bernyanyi dan tantenya mengira itu adalah suara radio. Dan cerita yang sama juga terjadi sama Michael Buble yang juga merupakan idola Niall.

Liam, nama panjangnya Liam James Payne, nama tengah yang sama dengan yang dimiliki Niall. Liam lahir tanggal 29 Agustus 1993, ia berasal dari Wolverhampton, West Midlands, England. Liam lahir 3 minggu lebih awal. Orang tuanya bernama Karen dan Geoff. Liam punya dua kakak perempuan, namanya Ruth dan Nicola. Dari kecil Liam cuma punya satu ginjal, dan se;ama 4 bulan sejak kelahirannya,tiap pagi dan malam Liam harus disuntik sebanyak 32 kali. Meskipun cuma punya satu ginjal, Liam tetep hiperaktif kaya anak-anak pada umunya. Liam itu waktu kecilnya sering banget di bully. Bahkan pernah pas dia ulangtahun, dia ngundang temen sekelasnya tapi ga ada satupun yang datang. Liam pernah ikut audisi x factor pas tahun 2008, tapi uncle simon justru nyuruh dia balik lagi tahun 2010, dan Liam bener-bener balik lagi ke x factor pas 2010 hingga bisa gabung ke One Direction sampe sekarang. Liam punya phobia sama sendok, katanya dia jadi benci sama sendok karena gara-gara sendok ikan yang Liam punya jadi mati. Hobby Liam itu surfing dan warna favoritnya ialah ungu. Kekasih Liam namanya Danielle, Danielle seorang dancer, dan mereka ketemu pas di x factor. Liam suka sama cewe yang hitam manis dan berambut keriting, itu sebabnya dia memilih Danielle. Liam sayang banget sama Danielle. Pernah di suatu penampilan lagu One Thing, pas bagian Liam yang “you make my heart race”, Liam menyanyikan itu sambil menunjuk ke arah Danielle. Liam itu udah kaya Daddy Direction, jadi kaya ayahnya member One Direction lain. Salah satu contohnya, kalo the boys lagi pada mabuk, Liam lah yang ngejagain mereka dan nganterin mereka pulang dengan selamat sampe rumah mereka masing-masing. Dan Liam itu terkenal yang paling ramah sama fans, dia sering bales mention fans dan ngefollowback fans, Liam juga rendah hati banget, itu karena dia pernah ngerasain yang namamnya di bully, jadi Liam berusaha sebisa mungkin supaya cuma dia aja yang ngerasain di bully.

Zayn, nama panjangnya Zayn Javaad Malik. Dia lahir tanggal 12 Januari 1993 di Westlane, Bradford, England. Ayahnya bernama Yaser dan ibunya bernama Trisha. Zayn punya 3 saudara perempuan yang bernama Doniya, Waliyha, dan Safaa. Seperti yang telah dikatakan sebelumnya, Zayn merupakan satu-satunya member yang beragama Islam. Alasan Zayn ikut x factor juga ingin menunjukkan bahwa seprang muslim juga bisa sukses. Zayn hobby menggambar kartun, warna favoritnya biru, dan dia phobia sama air dan ketinggian. Zayn selama ini merupakan seorang perokok, dan harapan dia, di tahun 2012 ini dia bisa berhenti merokok buat fans-fansnya. Bahkan Zayn sampe nangis dan minta maaf sama fansnya pas fansnya ngasih dia buku yang ngebahas tentang buruknya merokok. Zayn suka banget men-tatto dirinya, ada lebih dari 5 tatoo yang di gambar di tubuhnya. Zayn juga merupakan member yang paling sering bikin quote bagus tentang hidup. Zayn sayang banget sam Niall, salah satunya bisa dilihat pas dia ngaku kalo misalnya One Direction lagi dikejar-kejar sama fans, yang paling pertama Zayn cari ialah Niall, karena dia tahu kalo Niall paling takut sama keributan.

Harry Styles, nama panjangnya Harry Edward Styles. Dia lahir tanggal 1 Februari 1994. Ia berasal dari village Holmes Chapel, Cheshire, England. Nama ibunya Anne Cox dan ayahnya Des Styles. Harry punya kakak perempuan bernama Gemma. Orangtuanya juga bercerai saat dia berumur 7 tahun. Harry dulunya tergabung dalam sebuah band bernama White Eskimo sebagai vokalis. Harry punya kebiasaan buruk, yaitu “being naked”. Dia bilang dia phobia sama rollercaster dan….. telur buaya. Sedangkan warna favoritnya adalah pink!. The boys bilang, harry itu bakalan jadi the best boyfriend, karena Harry kalo udah cinta bakal ngasih apa aja buat cewe yang dia sayang, termasuk dunianya sendiri. Waktu One Direction perform pertama kali di layar tv, Harry melakukan kesalahan fatal, di lagu What Makes You Beautiful, harry sempat tidak bisa mengendalikan nafasnya sehingga lirik yang ia nyanyikan terkesan jelek. Dan dia sampe nangis karena hal itu. Banyak orang yang langsung mencaci dirinya. Harry juga langsung menyendiri. Niall aja sampe bilang kalo komentar yang dikasih buat Harry itu bener-bener nyakitin, siapapun yang baca pasti bakal sakit hati.

Louis, nama panjangnya Louis William Tomlinson, dia lahir pas Christmas eve tahun 1991. Orang tuanya bernama Johannah dan Troy. Tapi kemudian mereka bercerai dan Louis mengambil nama Tomlinson dari ayah tirinya, Mark Tomlinson. Louis merupakan member yang paling tua, dan phobianya adalah “growing old” . Louis juga merupakan member yang paling suka ngelucu. Padahal, pada awalnya the boys mengira kalo yang paling pendiem itu Louis, tapi ternyata mereka salah. Meskipun suka melucu, Louis juga merupakan orang yang caring. Louis punya pacar namanya Eleanor, Eleanor ini merupakan seorang model. Louis suka menyebut dirinya “swagmasta from doncasta” dan pas dia ngomong itu, Zayn nyeletuk “but your mom calls you boobear”. Louis bilang dia benci dipanggil Boobear sama the boys, tapi Harry bilang justru panggilan itu yang bakal sering mereka lontarkan.

Factsnya segini aja ya, beneran deh kalo dilanjutin bakal lama dan capek. maaf kalo misalnya ada yang salah, semua diketahui dari berbagai macam sumber, dari mulai fanbase di twitter sampe searching di internet.

READMORE - ONE DIRECTION FACTS (in Bahasa)

one direction short story (fiction)


MY HAPPY ENDING
fan fiction, created by Mutiara Syalen

“what did you mean that I was a slut? Huh?!” said me to Eleanor, I hate her ! aaarghh. “yes, you’re absolutely such a slut! You texted with Louis right?! I hate you slut!” said her. “helloo?!!!!! He’s my bestfriend Ele! Don’t you know it? It’s been a year!!! And you keep bothering me by saying that im going to take him  from you, use  your brain! Its only texting ! he’s my bestfriend and its common to think that we always share all of our story! And its not only with Louis, also with the other boys, they’re my bestfriend and its proper to share stories with bestfriend! Think before you speak Eleanooorrr!!” I begin to cry, its just so unfair. She did this to me just because I and Louis are chummy enough. She’s over jealous !. “what ever slut! I don’t care ! I hate you!”. She leaves me after saying that worst word. Oh goooddd…………

Tonight, I sit in my porch, staring at the sky. I saw many stars. I just want to cry, its just so hard for me. why can Eleanor did that to me?. the tears stream down my face when Zayn suddenly clap my back. “hey, what are you doin here? Oh no, why are you cryin babe?” he is panic when he saw I cried, then he sit beside me. “no, im okay” said me to him. “no, youre not okay if youre cryin dear, tell me what happened, we’re bestfriend right? And bestfriend don’t hide anything from each other. I’ll help you through this”. I begin cry loud and louder. It seems hard to tell what happened, something suck in my chest. Zayn then reach me to his chest, he hugs me. after a few breaks, I start to tell him, about me and Eleanor.
“she is jealous with me zayn, just because I texted with Louis. She thought that I still love Louis. Its not even true, you know who I fall in love with, right?”
“yeah.. I know, maybe it’s because you’re Louis’s exgirlfriend, that’s why Eleanor jealous with you. I think you should avoid Louis until she realize her fault. You know Eleanor right? She just same as me, we’re too jealous to everyone who chummy enough with our boy or girl. All you need is to understand her. I don’t mean to look after her, but I know that you are more mature than Eleanor. Its okay babe, me and other boys already know this, except Louis. We know what happened to you and Eleanor.”
“but Im comfort with Louis, Zayn. he always understand my problem, he keeps making me laugh. He’s my best friend. Sure! I don’t love him anymore. You know it zayn ! you know the person I adore. Its just hard to lose the person like Louis in my life, same like how you guys need Louis to make you life be more colourful”
“I know, I know… but there isn’t any other way to avoid Eleaoner being meant to you. Im sure that soon she will realize that she was wrong, when Louis leaves her, she will realize how useless it was for over being jealous and for feeling like Louis is hers fully”
“we are friend Zayn, me and Eleanor, and it hurts to think that we can be like this just because a man!”
“im sorry dear I couldn’t help much” zayn begin to cry and hugs me once again. Oh my bestfriend, I love zayn so much, he cares to me, he always there whenever im down. “its okay Zayn, don’t cry! Im okay” | “I want you to remember, that I will always be by your side when you’re down my bestfriend” said him to me. “thanks Zayn, it means so much for me” | “its already night, you’d better go inside and sleep” | “yeah I will.. but wait. You said that the boys have already know about me and Eleanor, is that mean that Niall knows that he is the person I adore? Please don’t say yes-_-” | “hahaha don’t worry, your secrets are save with me. Niall doesn’t know” he winks at me. “haaahhh good to hear that! Thank a lot Zayn” J
Then, I go inside my house. I check my Blackberry and find there are 2 BBM. One from…… oh god its Louis, and the other from Zayn.
Louis : hey babe! Hows it going? Cant wait to meet you tomorrow! There’s so much I’d like to tell you :D
Zayn : have a nice dream my lovely friend J
I ignore Louis’s message, and I replay Zayn “nice dream for you too J
we couldn’t be like before again Louis, everything will change from now on, its because your girl, your jealous girl…… wish you would be happy with her J

the next day, as I am the one of OneDirection’s management, I join the management family including the boys to celebrate a party for the winning of them in a grammy award. I come to the place where it takes the party. It’s now 7pm. Because this is a private party, so the guests are only from management. There already many people when I arrive at the place. There are many tables, and of course food! Hahaha :P
I hear someone calls my name, reflectly I look for that voice. Then I realize that it was Louis called my name. well…. I had to come there, where Louis called me, because it seems that the other boys with him are expecting me to join.
I come and take a sit beside…. No, not Louis, Eleanor will become more angry if she knew this. I sit beside Zayn. Louis seems confused with my act, I think he hoped that I would come and sit on a chair that’s been prepared for me by him. Sorry Louis, I didn’t really want to do this to you.
And.. oh God it’s Niall !he sits opposite me. he’s cute as well.. he’s handsome with his suit! Eerrghhh Niaalll I adore you aaaaaaa -_____-
But I only can stare at him, without knowing how he feels for me, ooohhhhh its soooo sad!!! Everytime he start to talk, I listen to him seriously, I respon him even if the jokes are not funny. Haaaaahhh I think this is love XD
During the dinner, we enjoy talking each other. Louis tries to talk to me much, but I only respon him a little, I answer him only what things need to be responed. He looks sad, but what can I do?
When the dinner is finish, the guests start to walk around the room and having a chit chat with each other. Then I stand up from my chair and start for looking some drinks also snack :P
When I eat some snack and other cake, Louis come to me, he clap my back.
“hey…. What are you doin?” | “well.. didn’t you see, I’m eating” | “oh yeaahh your hobby :P” he said | “hmm” oh Louis get outta here! Don’t talk much to me, don’t being too chummy with me, not agaaaiiinnn -____- | “listen, I need to talk to you. Could you?” said Louis to me. oh God what it means????!! | “just talk if you need to talk” I replied | “of course not in here, let’s go to the garden behind this room” | “okay” this is the last Louis, I would tell you that we need to stay far from each other
Then we go to the garden. There, we sit in a porch. And start the conversation
“heeey, what happen? Did I do something wrong? You act different to me” said Louis in a sad emotion | “nothing Lou, I just got some problem soo… ya know ” I try to smile. Where do I begin this conversation???!! | “ohh I see… don’t be sad dear J” | “sureJ” | “okay.. hey! I also got some problem with Eleanor. We’ve just break up” share Louis to me with sad face. “what? But… why Lou? Didn’t you guys are sooo romantic???” this is shocking me, how can they break up? | “well… she was over jealous with any girls, I just cant……. Hhhh its like… its okay if she jealous, but not over please, I don’t like it, annoying. “she loves you Lou, don’t leave her…..” said me | “but…. I think i fell in love with you” OMFG !!! WHAT DID HE SAY??!! Suddenly I speechless, really. “you cant Lou, you cant..” I replied | “why? Oh I see…. You fell in love with the other boy in the band” what? How can he knows it? | “well.. yeah… moreover, really, Eleanor really loves you Lou, I hope you both could fix your relationship..” | “you love Niall right?” said Louis with his sad face | “Eleanor needs you, she loves you much, trust me, if only you want to tell her what must she do, she’ll do it, im sure Lou…” I refuse to answer his “Niall question” | “yeahh.. you Love Niall” he didn’t respon my saying
“well YAAA !! I LOVE NIALL, AND YOU CAN LEAVE ME LOU ! YOU KNOW? ELE WAS ANGRY TO ME BECAUSE YOU KEEP BEING NEAR MY SIDE !” I can control my self this time, my voice getting louder when I said that saying. I think some people could hear that, its ashamed -_-
“sorry, im sorry….” said Louis “but.. we can still be friends right?”he continue | “yeah of course, im sorry lou I cant control myself :””” | “its okay… I’ll go get some snacks J” | “yeaahh” I replied
Suddenly, when Louis was getting far from our place, someone clap my back, when I turn around…. Oh god its Niall !!!
“hey….” Clumsily he greeted me | “oh.. um.. hey Niall” oh god, did he hear what I say to Lou couple of minutes ago? | “so… I heard your convo with Louis couple minutes ago, mm… is that right?” ask him still with clumsily face | “you heard that? Mm… well Niall, im sorry” | “No, you don’t have to say sorry. Actually…. I love you too, its been a long time, but Im afraid if you wouldnt want to be my girl.. I thought you’re fall in love with Lou, not me”
Did you guys hear that? Niall loves me !! aaaaaaaa I cant believe it!
“well, you’re wrong hahaha” laugh me awkwardly -__- | “so….. would you?” ask Niall | “would… what? I don’t get it” haha gotcha Niall :PP | “oh please, don’t pretend you don’t know.. would you be my girlfriend?” ask him clumsily
AAAAAAAAA I CANT BELIVE IT ! REALLY!!! MY DREAM COME TRUEE !!!! AAAAAAAA
“of course! I love you since a long time ago” answered me clumsily
Well.. its my happy ending, Niall loves me too. Louis and Eleanor trying to fix their relation. Hope this will be last forever J

just like what i said, its just a fan FICTION, my imagination :) as a Niallator, and Directioner, i wish Niall and the other boys could read it and respons me :")

follow my twitter acc : @mutiara_syalen
READMORE - one direction short story (fiction)

04 December 2011

Selamat Jalan...

Benarkah? Hanya itu yang ada di benakku, saat ibuku membangunkanku di pagi buta hari itu, dan memberi tahuku kabar yang sama sekali tak ingin kudengar, dan kurasa hal itu amat sangat tidak mungkin. Aku masih sangat mengantuk, dan benar benar tidak rela untuk meninggalkan tempat tidurku. Tapi sungguh terlalu bila aku tidak bangun ketika mendengar kabar bahwa sepupuku meninggal. Ibuku memintaku ke rumah nenekku agar jika siapapun membutuhkan pertolongan, aku bisa membantu sebisaku, ibuku tidak bisa pergi kesana karena ia harus menjaga adikku yang kini masih berumur 1 tahun.

Aku bangun dan membersihkan diriku seadanya. Setelah itu aku bergegas ke rumah nenekku yang tidak begitu jauh dari rumahku, mungkin hanya berjarak sekitar 10 meter, tempat dimana jenazah Kak Bella hendak dibawa. Tapi ketika aku sampai disana, aku belum mendapati jenazah Kak Bella, dan aku duduk di bangku, hanya memandangi nenekku dan budeku, mondar-mandir entah untuk apa, aku hanya menunggu kalau-kalau mereka menginginkan aku membantu satu dua hal. Selama menunggu, aku merenung.

Aku benar-benar tak habis pikir jika ‘memang’ benar Kak Bella sudah tiada. Seharusnya aku bersedih, aku menangis, tapi entah mengapa aku tak melakukan hal itu, aku benar-benar berpikir bahwa aku harus bersedih, tapi tidak! Aku tidak menangis, sampai tidak lama kemudian, datang beberapa orang, dalam jumlah yang cukup banyak, tapi tidak banyak sekali. Mereka membawa jenazah Kak Bella dalam sebuah tempat, aku tak tahu apa namanya, yang pasti entah bagaimana caranya, Kak Bella sudah ada di lantai, beralaskan kain tebal, tubuhnya lemas, benar-benar kosong tatapannya, seketika aku merasa ngeri melihatnya, benarkah…… dalam sekejap kurasakan pipiku basah oleh air mata, dan dada ini sungguh begitu sesak.
***
Kak Bella merupakan salah satu dari ke-13 cucu nenekku. Ia berumur 19 tahun ketika meninggalkan dunia ini. Setelah lulus sekolah, Kak Bella langsung bekerja, pekerjaan yang ia miliki  sangat sederhana. Kak Bella sudah sakit-sakitan sejak ia masih kecil. Bahkan, diumurnya yang 19 tahun ini, Kak Bella belum mengalami menstruasi, belum mengalami masa pubertas. Itulah sebabnya Kak Bella tidak seperti orang dewasa berumur 19 tahun pada umumnya. Ia begitu polos, dan belum memiliki pikiran yang seperti orang dewasa, Tidak ! Kak Bella tidak idiot, keterbelakangan mental atau apalah itu ! ia hanya belum menginjak masa dewasa, dan tidak pernah sampai akhir hayatnya.

Ia tumbuh di bawah asuhan orang tua yang tidak segan-segan menunjukkan pertengkaran yang terjadi di antara mereka kepada anak-anak mereka. Ayah Kak Bella merupakan orang yang suka main judi, dan ketika kalah atau tidak punya uang, Kak Bella sering menjadi sasaran kemarahan sang ayah. Kak Bella begitu tertekan dengan keadaan seperti itu, ia pun tak tahu harus bercerita kepada siapa, karena rumah mereka dengan rumah nenekku yang juga Tante Eva ikut tinggal di dalamnya berjarak sangat jauh. Hal itu lah yang kemudian membuatnya menjadi sakit-sakitan, bahkan sakit liver pun ia alami.

Kak Bella tinggal di rumah nenekku sejak ia mulai bekerja, karena lokasi tempat ia bekerja cukup dekat bila dicapai dari rumah nenekku. Sejak itulah aku cukup dekat dengannya, apalagi dengan Tante Eva, Kak Bella jadi memiliki banyak kesempatan untuk bercerita dengan Tante eva.

Awalnya Tante Eva tidak mengetahui soal penyakit Kak Bella, sampai ia menyadari bahwa ada kejanggalan yang terjadi pada diri Kak Bella, setiap habis makan, pasti Kak Bella pergi ke kamar mandi untuk buang air besar. Jika sehari ia makan 4 kali, maka 4 kali pula ia ke kamar mandi untuk buang air besar. Kemudian Tante Eva menghubungi ibu Kak Bella, dan jawaban yang ia dapat hanya “sudah biasa….” Sungguh terlalu memang, hal seperti itu dianggap remeh. Sampai akhirnya kak Bella benar-benar jatuh sakit dan harus di rawat di rumah sakit.

Berbagai macam pengobatan dari yang alami sampai yang ilmiah sudah dicoba, namun Kak Bella tak kunjung membaik, seakan penyakit itu memang sudah menyatu dengan jiwanya. Makin hari pun badan Kak Bella terlihat semakin kurus. Selama kak Bella hidup dengan penyakit yang dideritanya , ia masih sanggup untuk bekerja dan melakukan aktifitas seperti biasanya. Tapi ketika penyakit itu benar-benar sudah parah, Kak Bella sudah tidak sanggup melawannya, dan akhirnya ia pulang ke rumahnya, serta berhenti bekerja.
Makin hari pula penyakit Kak Bella semakin parah, bahkan perut dan bagian tubuhnya yang lain membesar, karena livernya pecah, itulah yang Tante Eva ceritakan padaku, aku tak tahu apa itu artinya. Menjelang 2 minggu sebelum kematiannya, Kak Bella selalu membicarakan hal yang tidak jelas dan melantur kepada Tante Eva, mungkin karena memang orang terdekatnya ialah Tante Eva. Hal melantur yang ia bicarakan antara lain seperti

“Tante, punya baju bayi bekas gak?” Tanya Kak Bella.
“Ada Bell, kenapa?” jawab Tante.
“Nanti kasih ke Ibu aku ya Tante, kan ada yang mau gantiin Bella”
Dan kalimat yang terakhir yang membuat Tante Eva benar-benar khawatir dan ingin menemui kak Bella adalah “Tante, kalo aku meninggal, Tante melawat ya..”

Semua kalimat-kalimat melantur itu Kak Bella ucapkan lewat pesan singkat (SMS), dan ketika mendapat kiriman kalimat terakhir itu, seketika Tante Eva menghubungi Kak Firdha, cucu nenekku yang lain, cucu tertua diantara cucu-cucu nenekku dan memintanya untuk menemani Tante Eva ke rumah Kak Bella. Tante Eva mengatakan bahwa ia ingin sekali ke rumah Kak Bella, saat itu hari sudah malam, tapi Tante Eva tidak menghiraukan udara dingin yang ada karena ia benar-benar memiliki keinginan yang mendalam untuk menemui Kak Bella.

Sesampainya disana, Tante Eva mendapati Kak Bella sedang duduk, atau tepatnya memaksakan diri untuk duduk, keadaannya sudah sangat menyedihkan. Tubuh kurus, sementara bagian perut membesar, Tante Eva menahan sesak di dada, dan ia berusaha sebisa mungkin agar tidak menangis, ia tidak ingin membebani Kak Bella.  “Sudah Bella, kamu tiduran saja, kondisi kamu tidak memungkinkan kamu untuk duduk”  begitu Tante Eva menyuruh Kak Bella. Kak Bella menurutinya dan ia terbaring.

“Tante, Allah tuh gak sayang ya sama Bella?” Tanya Kak Bella dengan begitu polos,atau mungkin karena ia memang tidak tahu harus berkata apalagi.
“Kok Bella ngomongnya begitu?” jawab Tante Eva.
“Habis, Bella minta sembuh tapi justru Bella makin diperparah sakitnya, Bella mau sembuh Tante..”
“Allah sayang sama Bella, mungkin ini jalan yang Allah pilih buat Bella, mungkin Allah membuat Bella seperti ini agar orangtua Bella sadar, agar ini nggak terjadi sama adik-adik Bella. Bella harus ikhlas nerima semuanya, rencana Allah pasti indah buat Bella”. Hanya itu yang bisa Tante Eva katakan kepada Bella, melihat bahwa keponakannya itu sama sekali belum ikhlas bila Allah memanggilnya ke alam berikutnya.
Setelah itu, Kak Bella terlihat berpikir, mungkin ia membenarkan perkataan Tante Eva dan mulai mengikhlaskan bila memang takdirnya sudah harus meninggalkan dunia ini.
***
Kemudian aku menyaksikan tetangga nenekku melepas pakaian yang Kak Bella pakai saat itu, menggunakan gunting, ia merobek baju itu, dan sebisa mungkin agar tidak begitu memberikan tekanan yang besar terhadap jenazah, tetangga itu meminta pertolonganku untuk menutupi Kak Bella, agar proses pelepasan baju itu tidak dilihat banyak orang, aku benar-benar tidak tahan memandang wajahnya, wajah Kak Bella, aku menitikkan air mata.

Tak lama kemudian, datang Tante Eva, baru saja ia sampai di depan pintu dengan muka yang merah padam dan bibir terkatup, sekejap ia histeris melihat Kak Bella terbaring lemas tak jauh dari tempatnya berdiri.
“Bellaaa bangun Bella banguuuuunn, jangan tinggalin Tante Bellaaa….” Begitulah yang Tante Eva katakan, entah kepada siapa, ia benar-benar histeris. Kemudian Tante Eva menghampiri jenazah Kak Bella dan Tante Eva tak henti-hentinya mengucapkan kalimat yang intinya “kembalilah”, kalimat yang sama sekali tiada gunanya. Tante Eva memang merupakan salah satu orang terdekat Kak Bella, jadi wajar saja bila ia begitu histeris kehilangan Kak Bella. Tante Eva sempat pingsan, mungkin karena beliau benar-benar tidak kuat.
***
Sejak kunjungan Tante Eva malam itu, Kak Bella terus berusaha menghubungi Tante Eva, entah itu lewat pesan singkat, atau menelponnya. Tante Eva jarang sekali memiliki waktu untuk menjawab pesan singkat maupun telepon dari Kak Bella, ini dikarenakan pekerjaan Tante Eva, ia benar-benar sibuk di kantornya. Kak Bella terus meminta agar ia diizinkan untuk menginap di rumah nenekku, tapi tante Eva tidak mengizinkannya. Bukan karena Tante Eva tidak mau, tetapi tante Eva hanya memikirkan, siapa yang akan mengurusi Kak Bella disini? Di rumah nenekku hanya ada nenekku, kakak dari nenekku, dan anak Tante Eva yang masih kecil.

Sampai pada suatu pagi, Kak Bella menelepon ke rumah nenekku, dan nenekku yang mengangkat teleponnya.

“Nek, izinin Bella nginep di rumah nenek ya? Sehariiiii aja nek….”
“Yaudah, Bella boleh datang, tapi jangan siang ya nak… kan panas, datangnya sore aja” jawab nenekku.

Akhirnya Kak Bella pergi ke rumah nenekku, menggunakan taksi dan ditemani oleh ibunya sore hari. Entah ada dorongan apa yang membuat Kak Bella benar-benar ingin tinggal di rumah neneknya bahkan bila hanya sehari.

Tapi hal yang tak terduga terjadi. Di tengah-tengah perjalanan, Kak Bella tiba-tiba saja mengalami kejang-kejang. Ibu Kak Bella pun panik, dan langsung menghubungi Tante Eva yang saat itu sedang bekerja.

“Eva… gimana ni? Bella kejang-kejang, kakak lagi di jalan mau ke rumah mama” begitu yang dikatakan ibu Kak Bella di telepon.

“Kak, coba hubungi Kak Bunga atau Kak Dian, Eva lagi sibuk kerja” jawab Tante Eva, ia sebenarnya begitu khawatir, tapi pekerjaannya memang tidak bisa ditinggalkan, ia pun berpikir mungkin itu hanya merupakan kejang-kejang biasa.

Setelah ibu Kak Bella mendapat masukkan dari ibuku (Dian), ia membawa Kak Bella ke rumah sakit terdekat, beruntungnya, rumah sakit itu tidak begitu jauh dari rumah nenekku.

Berjam-jam Kak Bella berada dalam kamar rumah sakit. Banyak dokter yang berusaha menyelamatkan nyawanya. Ibu Kak Bella begitu cemas menanti putrinya di luar kamar. Tapi tak lama kemudian, takdir tak bisa dihindari, Kak Bella telah menghembuskan nafas terakhirnya.

Pada pagi harinya, sekitar pukul setengah 4, ibuku mengabari Tante Eva, tentang kepergian Kak Bella. Tante 
Eva saat itu sedang berada di rumah temannya, karena ia tadi lembur di kantornya, dan karena saat itu waktu menunjukkan pukul 2 pagi, Tante memutuskan untuk menginap di rumah temannya. Baru saja terlelap sebentar, mendapat kabar  demikian, Tante Eva langsung panik dan buru-buru berganti pakaian, serta bergegas pulang.

Ketika sampai di halte busway yang terakhir untuk mencapai rumah nenekku, Tante Eva mendengar suara ambulans. Hatinya getir dan berkata “itu Bella….”. memikirkan tentang kebenaran hal itu, kaki Tante Eva lemas, ia benar-benar sesak, dan tak sabar lagi untuk segera sampai, ia berjalan dengan cepat menuju rumah nenekku. Tak lama menjelang kedatangan jenazah Kak Bella, Tante Eva pun datang.
***
Setelah menjalani berbagai macam proses, akhirnya sampai pada tahap dimana jenazah Kak Bella akan dikafankan, setelah terkafankan dengan rapi, si ibu yang mengurusi jenazah Kak Bella bertanya pada kami, keluarga besar Kak Bella, apakah ada diantara kami yang ingin mengucapkan kalimat terakhir untuk Kak Bella.

“Bella, Tante minta maaf ya kalo tante punya salah sama Bella..” begitulah yang dibisikkan Tante kepada jenazah Kak Bella. Sebelum Tante Eva, orang tua Kak Bella sudah melakukannya terlebih dahulu. Tak lama kemudian setelah Tante Eva membisikkan kalimat tersebut, setetes air mata mengalir dari mata Kak Bella ! kalian boleh saja tidak percaya, tapi itu memang benar-benar terjadi, seketika dada Tante begitu sesak,,rasanya ia ingin sekali menangis dan menunjukkan pada dunia bahwa ia sungguh tak rela Kak Bella harus pergi, tapi ia tahu, hal itulah yang membuat jenazah Kak Bella meneteskan air mata, karena tak lama setelah itu, ibu yang mengkafani jenazah Kak Bella berkata “Udah ya, tolong diikhlasin, jangan buat Bellanya sendiri ngerasa berat buat pergi, jangan dibebanin Bellanya..”

Sampailah pada tahap dimana jenazah Kak Bella akan dikuburkan, melihat prosesnya, aku sungguh tak henti-hentinya menahan tangis. Aku membayangkan Kak Bella tertidur di bawah sana, dan sungguh mengerikan mengetahui bahwa ia akan berteman dengan hewan tanah yang akan menggerogoti raganya, oh Tuhan! Bagaimana jika tiba-tiba Kak Bella terbangun? Bagaimana jika Kak Bella sebenarnya belum mati? Dan ketika ia terbangun, siapa yang akan membantunya keluar dari sana? Aku tahu aku konyol berpikir demikian, tapi memang begitu yang kupikirkan, bahkan sempat terlintas di benakku untuk meminta orang-orang menghentikan proses ini dan memberi Kak Bella sedikit waktu untuk tersadar dan kembali hadir di tengah-tengah kami semua.

Selamat jalan Kak Bella, semoga kak Bella nyaman ya disana.. semoga Kak Bella bertemu Papa di surga ya…
***
Ayah Kak Bella kini sudah mulai berubah, sudah mulai mengurangi judinya, begitupun ibunya, kini ia menjadi ibu yang peka terhadap hal yang terjadi pada sang anak, pada adik-adik Kak Bella.
Dua minggu telah berlalu sejak kepergian Kak Bella, saat ini aku sedang berada di rumah nenekku dan berbincang-bincang dengan Tante Eva.

“Tante, kemarin aku mimpi ketemu Kak Bella”
“Oh Ya? Tante cuma pengen tahu, apa dalam mimpi kamu Kak Bella tersenyum? Apa dia ngomong sesuatu sama kamu?” jawab Tante Eva merespon pembicaraanku.
“Bener Tante, Kak Bella nggak ngomong apa-apa” sahutku dengan ekspresi murung, kemudian aku melanjutkan kata-kataku
“Tapi Kak Bella tersenyum Tante..”
“Bagus deh, itu artinya Kak Bella seneng disana” ucap Tante Eva sambil tersenyum
“Iya Tan? Kalo begitu bagus ya tan, dan mudah-mudahan aja bener” jawabku sambil membalas senyum Tante.

“TIDAK ADA YANG BENAR-BENAR ABADI DI DUNIA INI, MAKA GUNAKANLAH KESEMPATAN YANG ADA SEKECIL APAPUN ITU. SAYANGI MEREKA YANG ADA DI SEKITARMU, KARENA SIAPA YANG AKAN TAHU BAHWA MAUT AKAN MENJEMPUT MEREKA KEESOKKAN HARI, ATAU MUNGKIN MENJEMPUTMU”
READMORE - Selamat Jalan...

09 November 2011

Menyesal - puisi

merindukan seseorang yang sudah bukan menjadi milikku lagi
aku tau itu tidak boleh
aku tau itu terlarang
tapi rindu ini membunuhku
rasa ini menusukku

penyesalan memang selalu datang di saat yang tidak tepat
dan aku menyesal
ingin aku kembali ke masa itu
7 bulan yang lalu, dimana semua masih indah
semua masih terkendali
semua masih ramah

kalau saja benar, aku dapat kembali ke waktu itu,,
sungguh, aku tak akan siakan kesempatan itu
karena dengan kembali, aku dapat mengambil tindakan yang benar
yang tak kan membuat keadaan sekarang seperti ini

saat ini semua menjauh
aku merasa sendiri
kesunyian membuatku menyesal

saat ini semua memburuk
keadaan ini membuatku terpuruk
jatuh terlalu dalam....

tuhaan..
andai benar kau membawaku ke masa itu
sungguh aku takkan siakan, sungguh..
sekarang semua memburuk, semua membuatku muak

jika memang tidak bisa,
maka tolong aku..
ubahlah keadaan menjadi lebih baik

aku tau aku salah, aku tau aku berdosa
dan aku sudah berusaha memperbaiki salahku,
dengan mengemis maaf dan pengertian
aku sudah merasa tertekan dengan rasa bersalah ini,
tapi ternyata itu semua tak berguna
itu semua tak merubah keadaan
lalu aku harus apa?

tegarkan aku tuhan..
ubah keadaan ini, bantu aku......
READMORE - Menyesal - puisi

24 September 2011

English or American?


Ada yang tau perbedaan bahasa inggris di Inggris sama di Amerika? hm.. sebagian mungkin udah pada tau, dan gue, yang termasuk golongan udah tau, jujur lebih suka sm pronounciation atau cara penyebutan dari Inggris American, karna apa? lo tau gak sih bahasa Inggris British tuh pengucapannya terlampau berlebihan, kl kalian tau film Harry Potter, ya kaya gtu lah cara ngomong bahasa inggris dr inggris wahahaha tau kan gimana Harry Potter kalo dalam penyebutannya itu "herri pottahh" jd di tiap akhiran yg ada huruf r nya itu ga disebut dgn jelas huruf r nya, lebay banget kan, well itu ciri khas negara itu hehe
itu sih cuma satu dr sebagian banyak perbedaannya, kalo mau tau yg lain, baca aja nih baca :

Spelling
Bahasa Inggris British cenderung mertahanin ejaan banyak kata yang asalnya dari Perancis, kalo Inggris American nyoba untuk ngeja kata lebih mendekati ke cara mereka melafalkannya dan mereka menghilangkan huruf-huruf yang tidak diperlukan.

contohnya kaya gini: 
British
American
Colour
Color
Labour
Labor
Metre
Meter
Catalogue
Catalog
Theatre
Theater
Centre
Center
Apoligise
Apologize
Defence
Defense

Pronunciation
Orang Amerika biasanya melafalkan huruf “r” dengan menggulung lidah mereka ke belakang dan merapatkannya ke langit-langit mulut, sedangkan kebanyakan orang Inggris tidak melafalkan huruf “r” dalam kata, khususnya jika terdapat pada akhir kata.

Dalam bahasa Inggris Amerika kata “can” dan “can’t” kedengaran sangat mirip, sedangkan dalam bahasa Inggris British lo bisa membedakannya secara jelas.

Orang Amerika cenderung melafalkan kata seperti “reduce”, “produce”, “induce”, “seduce” (kata-kata kerja yang berakhiran “duce”) dengan lebih rileks, yang berarti bahwa setelah huruf “d” mengikut bunyi/huruf “u”. Dalam bahasa Inggris British setelah huruf “d” ditambahkan “j”.

Orang Amerika memiliki kecenderungan untuk mereduksi kata dengan menghilangkan beberapa huruf. Kata “facts” misalnya dalam bahasa Inggris Amerika dilafalkan sama dengan kata “fax” - “t” tidak diucapkan.

Kadang-kadang huruf dihilangkan dalam bahasa Inggris British seperti dalam kata“secretary”, dimana huruf “a” tidak diucapkan.

Dalam bahasa Inggris Amerika, kombinasi huruf “cl” dalam kata seperti “cling”, “climat”, “club” dll, kedengaran lebih frikatif. Lo dapat menghasilkan bunyi ini dengan menegangkan pita suara.

Penekanan kata terkadang juga berbeda. Contoh, kata “details” mendapatkan penekanan pada huruf “e” dalam Inggris British dan pada “ai” dalam Inggris Amerika.

Vocabulary
British
American
Football
Soccer
Biscuit
Cookie
Toilet
Rest room
Shop
Store
Chemist
Drugstore
Pants
Trousers
Torch
Flashlight
Underground
Subway
Groundfloor (lt.dasar )
Firstfloor (lt.dasar)
Sweets
Candy
Rubbish bin
Trash can

jadi kalian lebih pilih mana? lebih nyaman mana? setuju sama gue apa lebih suka sm Inggris British? hmmm....


READMORE - English or American?