07 June 2013

ABSTRAK, RINGKASAN, RANGKUMAN, IKHTISAR

MENYUSUN ABSTRAK

Pengertian umum

Abstrak merupakan penyajian singkat mengenai isi tulisan sehingga pada tulisan
ia menjadi bagian tersendiri. Abstrak berfungsi untuk menjelaskan secara singkat kepada
pembaca tentang apa yang terdapat dalam suatu tulisan. Pada umumnya abstrak
diletakkan pada bagian awal sebelum bab-bab penguraian. Menurut sifatnya, abstrak
dapat dibagi menjadi abstrak yang bersifat deskriptif yang dalam Bahasa Inggris disebut
Abstract dan abstrak yang bersifat informatif. Abstrak informatif terbagi menjadi
ringkasan (precise) dan ikhtisar (summary). Dalam tulisan ilmiah yang disusun untuk
memperoleh gelar lewat penelitian seperti skripsi, tesis dan disertasi, umumnya jenis
abstrak yang digunakan adalah yang berwujud ringkasan, sedangkan ikhtisar lebih
banyak digunakan pada tulisan ilmiah yang diterbitkan dalam bentuk buku.

Abstrak Deskriptif atau Abstract

Sebagai abstrak deskriptif, Abstrak hanya menyajikan uraian yang sangat singkat
tentang isi tulisan tanpa menyatakan apa yang dibahas dalam aspek-aspek yang tercakup
pada tulisan itu sendiri. Dengan kata lain, untuk menjelaskan gagasan utama yang
terdapat pada tulisan, Abstrak cukup disusun dalam kalimat tunggal sehingga Abstrak
tidak memerlukan perincian yang bersifat detil ataupun contoh-contoh yang bersifat
ilustratif. Pandangan penulis tentang karyanya pun tidak akan tampak dalam Abstrak.
Pendek kata, pada Abstrak penulis hanya menyajikan hal-hal yang bertalian dengan
topik atau menyajikan semata-mata tentang problematika yang terdapat dalam
tulisannya.Berikut di bawah ini merupakan satu contoh abstrak yang diambil dari artikel
yang ditulis oleh Djoni Dwijono, “Mendayagunakan Komputer Pribadi secara Maksimal
dengan Ergonomics” dalam Buletin Informatika No. 13 tahun III/1997, hlm. 74 :
Konsep Ergonomics telah melahirkan inovasi-inovasi yang baru di bidang disain
mesin dan selalu berkembang dari waktu ke waktu agar mampu menghasilkan mesin
yang benar-benar memaksimalkan kemampuan dan daya kerja manusia. Akan tetapi
dalam perkembangannya, ergonomics tidak hanya meliputi disain mesin melainkan juga
meliputi cara kerja, prosedur-prosedur maupun lingkungan yang mendukung usaha kerja
manusia berkat penelitian, pengembangan, dan inovasi yang kreatif.

Abstrak Informatif: Ringkasan (Precise)

Ringkasan merupakan penyajian singkat tentang isi tulisan dengan
memperlihatkan urutan dari isi atau bab-bab yang terdapat dalam tulisan. Dalam
bentuknya yang singkat itu, urutan tentang isi atau bab-bab tulisan disajikan secara
proporsional. Pada prinsipnya di dalam ringkasan, gagasan dan pendekatan penulis telah
tampak dan problematika berikut upaya pemecahan yang ada dalam tulisan disajikan
berurutan sesuai bab-bab yang ada. Adakalanya ilustrasi juga disertakan dalam ringkasan.
Adapun ringkasan dapat dicontohkan dari karya terjemahan yang berjudul Komputer:
Tantangan Baru di Bidang Hukum yang diterbitkan oleh Airlangga Universiti Press pada
tahun 1991 :

Pembaca tidak harus memiliki pengetahuan yang mendalam baik dalam bidang
Ilmu Hukum maupun Ilmu Informatika karena buku ini hanya menyajikan suatu sudut
pandang sederhana tentang perubahan yang terjadi dalam ketentuan-ketentuan di bidang
hukum dengan meluasnya penggunaan komputer.

Bab pertama berisi uraian singkat mengenai cara kerja komputer dan empat bab
berikutnya menguraikan akibat-akibat yuridis dari pengunaan komputer ditinjau dari
Hukum Perdata, Hukum Pidana, dan Hukum Tata Negara. Dari bab lima hingga bab
delapan berisi uraian yang meliputi cara kerja komputer, bank data, otomatisasi oleh
penguasa hingga peran komputer di bidang pendidikan yang kesemuanya dapat menjadi
titik perhatian para ahli hukum maupun perancang undang-undang.

Akhirnya buku ini lebih merupakan sumbang pemikiran agar ilmu hukum dan
praktek hukum mampu menjawab tantangan jaman karena masyarakat yang senantiasa
berubah.

Abstrak Informatif: Ikhtisar (Summary)

Abstrak yang berbentuk ikhtisar sebenarnya sering digunakan para penulis dalam
membuat kutipan secara tidak langsung ataupun di dalam menyimpulkan suatu uraian.
Sebagai salah satu bentuk abstrak, ikhtisar juga merupakan penyajian singkat tentang isi
tulisan namun tidak mempertahankan urutan bab-bab yang ada seperti halnya pada
ringkasan. Dengan demikian, problematika dan upaya pemecahan yang tersaji dalam
tulisan dijelaskan secara ringkas dan bebas tanpa memberikan penjelasan mengenai isi
dari seluruh tulisan secara proporsional. Ilustrasi pun kadang juga diperlukan dalam
sebuah ikhtisar.

Dari uraian mengenai Abstrak, Ringkasan, dan Ikhtisar, maka dapat diketahui
bahwa uraian yang disajikan baik dalam bentuk ringkasan maupun ikhtisar sifatnya tidak
sesingkat abstrak. Selain gagasan utama yang dikandung dalam tulisan, pada ringkasan
maupun ikhtisar disertakan ilustrasi untuk menjelaskan aspek-aspek yang dibahas dalam
tulisan. Pada ringkasan sekalipun penyajiannya menurut bab-bab yang ada, namun
adakalanya mengabaikan bab yang kurang penting seperti halnya pada penyusunan
ikhtisar.

Panjang Abstrak

Tidak terdapat patokan yang absolut mengenai besar kecilnya ringkasan maupun
ikhitisar namun bagi penulis pemula dapat mempergunakan patokan seperti misalnya
apabila jumlah halaman tulisan adalah 250 halaman, maka proporsi untuk ringkasan atau
ihtisar dapat diperkirakan dengan menggunakan rumus di bawah ini :
Jumlah halaman X baris setiap halaman X kata dalam dalam satu baris.
(250 X 25 X 9 ) = 56.250 kata
maka jumlah halaman ringkasan atau ikhtisar yang dibutuhkan adalah :
56.250 : (25X9) = 250 kata = ± 1,1 halaman berukuran kuarto
dalam 1 spasi atau
±2,5 halaman dalam 2 spasi pada
kertas berukuran kuarto
Patokan untuk menentukan jumlah baris dalam satu halaman maupun jumlah kata
dalam satu baris seperti digunakan pada contoh di atas adalah berasal dari standar
masyarakat ilmiah bahwa huruf yang dipakai untuk karya ilmiah adalah berukuran
PICA pada mesin ketik atau sama dengan jenis huruf Times New Roman 12 pada
program pengolah kata MS Word dan sejenisnya.

Rumus untuk menentukan ukuran ringkasan atau ikhtisar seperti di atas hanyalah
gambaran umum yang tidak perlu ditetapkan secara ketat karena yang penting adalah
ukuran dan keseimbangan proporsional dengan besar tebal tipisnya sebuah tulisan.

http://lecturer.ukdw.ac.id/othie/Abstrak-kesimp-saran.pdf


Ringkasan 

suatu cara yang efektif untuk menyajikan suatu
karangan yang panjang dalam bentuk yang
singkat.

Walaupun bentuknya ringkas, namun ringkasan itu tetap mempertahankan pikiran pengarang dan pendekatannya yang asli. Ringkasan merupakan penyajian singkat dari suatu karangan asli tetapi dengan tetap mempertahankan  urutan isi dan sudut pandang pengarang asli, sedangkan perbandingan bagian atau bab dari karangan asli secara proporsional tetap mempertahankan dalam bentuknya yang singkat.

Ikhtisar

Sebaliknya tidak perlu mempertahankan urutan karangan asli tidak perlu memberikan isi dari seluruh karangan secara proporsional. Penulis ikhtisar dapat langsung mengemukakan inti atau pokok masalah dan problematik pemecahannya. Untuk ilustrasi beberapa bagian atau isi dari beberapa bab dapat diberikan untuk menjelaskan initi atau pokok masalah tadi, sementara bagian atau bab-bab yang kurang penting dapat diabaikan.


POSTER

Lembaran pengumuman atau iklan yang dipasang di tempat umum yang biasanya disertai gambar.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia : Poster plakat yang dipasang di tempat umum (berupa pengumuman atau iklan) dengan dan tulisan gambar yang mencolok.

Bahasa poster :
1.   Singkat
2.   Jelas
3.   Efektif
4.   Mudah dimengerti
5.   Menarik perhatian pembaca.

Prinsip penyusunan poster :
1.   Kalimat dan gambar yang dipilih sesuai dengan tujuan penulisan poster.
2.   Kalimat dalam poster bersifat mempengaruhi sehingga harus menggunakan kata yang menarik.
3.   Kata-kata yang digunakan singkat dan padat agar orang lebih mudah mengingat dan mudah memahaminya dalam waktu yang singkat.
4.   Dilengkapi dengan gambar agar dapat diketahui khalayak dengan cepat dan menarik. Gambar akan mendukung kalimat poster sehingga tidak perlu kalimat yang banyak gambar sudah mewakili poster.

Berdasarkan isinya, poster dibagi menjadi :

1. Poster kegiatan Bertujuan memberitahukan adanya suatu kegiatan dan mengajak pembaca mengikuti atau berpartisipasi dalam megaton tersebut.
2. Poster penerangan atau pendidikan : Bersifat mempengaruhi pembaca untuk melakukan atau tidak melakukan suatu perilaku tertentu.
3. Poster hiburan : Berisi pemberitahuan adanya sesuatu hal yang bersifat hiburan.
4. Poster niaga : Bersifat menarik pembaca untuk membeli atau menggunakan suatu barang atau jasa.


SLOGAN
Perkataan atau kalimat yang menarik atau mencolok dan mudah diingat untuk menjelaskan tujuan suatu ideologi, golongan, organisasi, partai politik, dan sebagainya.
Bersifat untuk membangkitkan semangat suatu prinsip hidup.

Kalimat slogan :
Singkat penuh makna
Contoh :
1.   Pemuda sehat, negara kuat.
2.   Sekali merdeka, tetap merdeka.
3.   Jagalah sehatmu sebelum sakitmu.
4.   Bersatu kita teguh bercerai kita runtuh.
5.   Kelas bersih, hati jernih.

Poster atau plakat merupakan pengumuman tertulis untuk umum. Memiliki ciri sbb :
1. Desain grafisnya memuat komposisi gambar dan huruf di atas kertas berukuran besar.
2. Pengaplikasiannya dengan ditempel di dinding, tempat-tempat umum atau permukaan datar lainnya dengan sifat mencari perhatian mata sekuat mungkin. 
3. Karena itu poster biasanya dibuat dengan warna-warna kontras dan kuat.
4. Bahasa singkat dan jelas.
5. Teks sebaiknya disertai gambar.
6. Dapat dibaca sambil lalu.

Poster bisa menjadi sarana iklan, pendidikan, propaganda, dan dekorasi. Selain itu bisa pula berupa salinan karya seni terkenal.



Ringkasan
Ringkasan adalah penyajian bacaan dalam bentuk singkat dengan mempertahankan urutan isi dan sudut pandang / memendekkan bacaan dengan mengambil inti sari bacaan itu tanpa mengubah struktur wacana.
Langkah – langkah membuat ringkasan bacaan :
  1. Membaca bacaan atau karangan asli untuk mengetahui kesan umu, maksud pengarang,
  2. Mencatat gagasan utama atau pokok pikiran dalam tiap paragraf,
  3. Menyusun pokok pikiran atau gagasan pokok bacaan menjadi suatu paragraf atau lebih.
Ciri – ciri ringkasan :
  1. Memendekkan suatu bacaan,
  2. Bentuknya lebih pendek atau lebih ringkas,
  3. Struktural wacananya tetap tidak berubah sesuai dengan teks bacaan,
  4. Terdapat inti sari bacaan.
Rangkuman
Sebenarnya rangkuman itu tidak jauh beda dengan ikhtisar dan ringkasan. Oleh sebab itu, rangkuman adalah membuat ringkasan atau ikhtisar dari apa yang telah diuraikan (dipercakapkan).
Ciri – Ciri Rangkuman :
  1. Memendekkan suatu bacaan,
  2. Berupa ringkasan dari wacana / bacaan.
Ikhtisar
Ikhtisar adalah memendekkan suatu bacaan dengan mengambil bagian penting tanpa harus terikat pada struktur wacana yang diikhtisarkan.
Ikhtisar dapat dinyatakan dalam bentuk kalimat, selain itu ikhtisar juga dapat dinyatakan dalam bentuk bagan, kerangka, resume dan sebagainya.
Ciri – ciri ikhtisar :
  1. Memendekkan suatu bacaan,
  2. Berisi bagian – bagian penting dalam teks wacana,
  3. Tidak terikat dengan struktur wacana.

Slogan adalah motto atau frasa yang dipakai pada konteks politik, komersial, agama, dan lainnya, sebagai ekspresi sebuah ide atau tujuan yang mudah diingat. Kata "slogan" sendiri diambil dari istilah dalam bahasa Gaelik, sluagh-ghairm, yang berarti "teriakan bertempur". Bentuk slogan bervariasi, dari yang tertulis dan terlihat, sampai yang diucap dan yang vulgar. Pada umumnya bentuk retorika sederhananya memberikan ruang untuk menyampaikan informasi yang lebih rinci, selain itu juga disampaikan dalam bentuk ekspresi sosial dari tujuan bersama, daripada proyeksi dari beberapa orang saja.


http://id.wikipedia.org/wiki/Slogan
READMORE - ABSTRAK, RINGKASAN, RANGKUMAN, IKHTISAR

16 February 2013

ONE DIRECTION FANFICTION - I WISH


BUKAN… ini bukan tentang aku, tapi ini tentang KAMU.. ya, KAMU, kamu yang akan membaca cerita sederhana ini. Mungkin kamu pernah mengalami yang namanya one-sided love, hal yang paling menyakitkan. Atau kamu juga pasti pernah mendapatkan happy ending karena kesabaranmu menantikan orang yang kamu sayang… Resapi dan rasakan, bayangkan hal ini terjadi padamu, lepaskan penat untuk sementara, dan…..
mainkan fantasimu setinggi mungkin :)
I WISH
Created by Mutiara Syalen
Ketika cinta bertepuk sebelah tangan…..

Aku adalah seorang gadis sederhana yang beruntung. Aku bilang diriku beruntung karena 3 bulan yang lalu aku mendapatkan beasiswa untuk kuliah di sini, London. Aku benar-benar merasa beruntung lagi ketika aku mendapatkan teman-teman yang luar biasa, benar-benar luar biasa hingga hampir seluruh gadis di dunia ini mengagumi mereka, atau nama lainnya menjadi fans mereka, ya, mereka artis. Mereka adalah 5 pria tampan yang masih muda, seumuran denganku, umur kami tidak berbeda jauh satu sama lain. 4 british dan 1 Irish, ya, mereka One Direction. Apalagi, aku ini termasuk salah satu gadis yang menjadi fans berat mereka, aku benar-benar merasa bersyukur dan beruntung. Tentang bagaimana aku bisa menjadi teman dekat mereka, itu cerita yang panjang, tapi yang pasti, segalanya terjadi secara kebetulan.

Kini sudah sekitar 4 bulan aku menjadi bagian dari kampusku ini. Tentunya masih menjalin hubungan baik dengan the boys. Selain mereka, aku juga kenal dekat dengan Eleanor dan Danielle, kekasih Louis dan Liam.

Yang paling aku kagumi diantara the boys, ialah Niall. Entah kenapa tiap berada di dekatnya, tiap ia berbicara denganku, tiap kita berdua, aku selalu merasa deg-degan, hatiku berdebar. Mungkin ini yang namanya cinta, tak ada satupun dari dirinya yang tidak kusukai. Tapi rasanya aku tak mungkin mendapatkan balasan perasaan yang sama darinya, ia sudah memiliki kekasih lebih dari 5 bulan yang lalu. Terkadang aku berharap, kalau saja aku datang kesini 6 bulan yang lalu, mungkin aku memiliki kesempatan untuk mendapatkan hatinya.

Liam, Louis, Zayn, dan Harry bahkan Danielle dan Eleanor sudah mengetahui perasaanku ini, ternyata mereka diam-diam memperhatikanku, memperhatikan gerak-gerikku yang sedang jatuh cinta. Syukurnya, mereka tidak pernah dan tidak akan pernah mengatakan pada Niall yang sesungguhnya.

Holly, ya, dia pacar Niall sekarang, tepatnya sejak 5 bulan yang lalu. Meskipun aku mencintai Niall, tak pernah terbesit dipikiranku untuk merebut Niall darinya, aku hanya mencoba menikmati perasaan ini, itu saja. Holly tidak seperti Danielle dan Eleanor yang sering menghabiskan waktu bersamaku, ia bergabung bersama kami hanya jika Niall mengajaknya. Kami tidak begitu akrab.

September, 14th 2011. Cambrige University, 09:36 AM

Aku hanya bisa memandangi mereka.. Niall dan Holly, mereka begitu mesra, dengan Niall yang merangkul pundak Holly, mereka beriringan seperti mereka pasangan yang paling bahagia di dunia ini. Entahlah, aku hanya berharap aku bisa berada di posisi Holly, meski hanya untuk sehari……..
“hey! Why are you? Daydreaming huh?” tiba tiba saja Zayn datang langsung menepuk pundakku,temanku yang satu ini, meskipun kadang menjengkelkan, tapi dia sangat peduli dan perhatian padaku, dia selalu ada di saat aku terpuruk. “you know what Zayn? you were shocking me!” balasku
“haha sorry babe.. keep struggling your love, don’t ever give up, I believe one day he will realize that you are the best for him.. I have to go now, bye” ucap Zayn padaku, ia berkata demikian karena dia melihat apa kulihat.
“bye. Thanks Zayn !” sahutku seraya melihatnya pergi menjauhiku, melewati Niall dan Holly yang berjarak sekitar 10 langkah dari tempatku sekarang. Dia sempat menepuk pundak Niall, hanya sapaan sementara.
“hey ! alone huh? Where do you wanna go?” datang lagi Louis bersama Eleanor, pacarnya yang cantik. Eleanor hanya tersenyum padaku. “yeah.. im goinna take a class there, math class” jawabku sambil tetap berjalan bersama mereka. “I see, we’re going to take the physic class, bye!” seraya berkata demikian, ia dan ele berbelok arah meninggalkanku, kita memang berbeda arah. Aku melanjutkan langkahku menuju kelas, Niall dan Holly berhenti di depan loker, kebiasaan para murid, mengobrol di dekat loker dan sepanjang koridor. Ah iya! Niall hari ini juga mengikuti kelas matematik, sama sepertiku. Tapi aku tak tahu apakah Holly juga bersamanya. Aku melangkah semakin dekat dengan tempat mereka ngobrol, dan…… “hey! Where do you wanna go?” tiba-tiba Niall menyapaku dan menepuk pundakku ketika langkahku sejajar dengan tempat mereka berpijak. “umm.. im goinna take math class Niall” dan dia bilang “well, me too, lets go there together. Wait a minute” dia menyuruhku menunggu sebentar dan… “Holly, I have to go now, don’t you have any class?” Tanya Niall pada Holly. “well I don’t, goodbye huney” jawab holly. Dan Niall memberikannya ciuman di kening, ciuman perpisahan. Mereka romantis sekali, kalau saja itu aku, I wish that was me……….. “lets go” ucap Niall padaku, dan kita pergi berdua meninggalkan Holly menuju ke kelas.

Hal seperti ini sama sekali bukan yang pertama kalinya. Sudah puluhan kali mungkin aku ‘dipaksa’ melihat mereka bermesraan. Saat aku makan di kantin bersama teman-temanku yang lain, seperti Liam, Harry, Louis, Zayn, Danielle, dan Eleanor, kerap kali Niall dan Holly ikut bergabung, dan mereka selalu bersikap mesra. Sakit, sesak, itu yang kurasa. Mengapa harus Holly yang lebih dulu mengenal Niall? Aku hanya terlambat, kalau saja aku yang lebih dulu mengenalnya, mungkin kesempatanku berada di posisi Holly akan lebih besar.
September, 29th 2011. Canteen in Cambridge University. 12:45 PM

“guess what? Danielle and I saw Holly with a guy yesterday” cerita Eleanor pada kami saat makan siang. Niall tidak ikut serta, akhir-akhir ini dia memang jarang bergabung, aku tak tahu kenapa. “oya? Do you know who is he?” Tanya Harry. “I don’t know, but you guys already know right that nowadays Niall and Holly is not good at all?. I mean, their relationship, its not like it used to, they never seemed being together again. and that guy I saw, it’s the same guy you saw last week right Danielle?” cerita Eleanor. “yeahh.. I saw her with that guy” aku Danielle. “okay guys, we’d better not to take part in their problem okay? Let them fix it themselves” Liam yang sedari tadi mendengarkan mulai angkat bicara. “yeah you’re right daddy” Zayn berkomentar sambil menjulurkan lidahnya, meledek Liam yang bertingkah seperti ayah dari kita semua, aku hanya mendengarkan saja dari tadi, aku tak tahu harus berkomentar apa. “HAAAHHH!!!” teriak Louis yang dari tadi juga hanya diam. “it means that you get a chance to get closer and closer with Niall and you could replace Holly!! We’re happy if it would be like that!!” tiba-tiba saja Louis berbicara demikian sambil menepuk pundakku, yang lain hanya tersenyum dan memandangi aku. Aku hanya tersenyum canggung, “oh guys come on, daddy said we wouldn’t take part right? So lets skip this conversation” aku mencoba mengalihkanm pembicaraan, aku hanya tak tahu harus apa.

October, 10th 2011

Malam ini perutku terasa lapar, aku bergegas keluar apartemen dan berniat pergi ke Nandos, benar benar aku lapar dan sayangnya makanan yang aku masak tadi pagi sudah habis. Sesampainya disana, aku melihat seorang pria yang sedang duduk di meja pojok, dari belakang persis seperti Niall, aku menghampirinya untuk mencari tahu. Benar, itu Niall, mukanya terlihat murung, makanannya belum habis. “hey Niall.. may I sit here?” sapaku seraya menunjuk kursi dihadapan Niall. “yeah of course” jawabnya sambil melontarkan senyum yang terlihat terpaksa. “why are you Niall? Are you okay?” tanyaku membuka pembicaraan. Kemudian Niall bercerita panjang lebar mengenai masalah yang ia hadapi. Holly berubah, ia tidak lagi menghabiskan waktu bersama Niall, ia selalu berusaha menghindari Niall, ada saja alasan yang digunakan Holly untuk menolak ajakan Niall pergi bersama. Holly juga menjadi lebih cuek. Aku benar-benar kasihan pada Niall, ia begitu sedih, hampir saja ia menangis menceritakan itu semua. Hhhhh Niall, kalau aku jadi Holly aku bersumpah takkan pernah menyia-nyiakanmu….

Malam itu Niall menemaniku makan malam. Syukurlah setelah aku mencoba menenangkannya dan menghiburnya, nafsu makan Niall jadi muncul lagi, bahkan ia memesan lagi agar bisa menemani aku juga. Ketika sudah selesai, Niall mengantarku pulang, di jalan kami selalu melontarkan lelucon. Malam ini benar-benar indah……

October, 18th 2011

Sudah seminggu sejak kejadian malam itu, hari hari setelah itu kembali seperti biasa. Namun Niall masih jarang ikut bergabung dengan kami. Aku tak tahu bagaimana perkembangan Niall dan Holly, Niall sudah tidak pernah membicarakannya.
Sampai saat malam ini, jum’at malam. Aku kembali bertemu dengan Niall secara tidak sengaja lagi, tentunya di Nandos. Kupikir kejadian malam itu akan terulang, malam dimana Niall menemaniku makan, malam dimana Niall mengantarku pulang..

Memang terulang, tapi tidak sama persis. Niall memang berbagi cerita lagi denganku. Dan kali ini Niall bercerita bahwa ternyata Holly selingkuh, mungkin dengan laki-laki yang dimaksud Eleanor dan Danielle. Seketika Niall bilang ia langsung memutuskan hubungannya dengan Holly. Tapi kemudian Holly meminta maaf pada Niall dan meminta diberi sekali lagi kesempatan. Niall bilang ia tidak tega menolak permintaan maaf dan permintaan kesempatan yang diminta Holly meskipun ia sudah terlanjur sakit hati. Niall juga bilang bahwa ia tidak tahu apa dia masih mencintai Holly atau tidak, tapi dia bilang dia mau menjalaninya sekali lagi dengan Holly. Siapa tahu mereka benar-benar bisa kembali seperti semula. Aku tersenyum mendengarkannya, senang rasanya Niall tidak sedih seperti waktu itu lagi. Apa ini? Mengapa dadaku serasa sesak? Sakit, entah ini apa……

Belum selesai aku dan Niall makan, tiba-tiba saja Holly datang menghampiri kami. Niall terlihat biasa saja. Holly begitu agresif, ia datang langsung mencium Niall. Dan dengan manjanya ia minta ditemani pulang, katanya ia baru saja pulang dari rumah temannya ketika Niall mengabarinya bahwa ia sedang berada di nandos bersamaku, Holly memutuskan untuk menyusul Niall setelah Niall memberinya kabar itu.

Akhirnya mereka berdua pergi meninggalkanku. Aku menghabiskan makananku dan memesan lagi makanan pencuci mulut. Perasaanku campur aduk. Aku tidak mengerti… aku terus melamun selama makan, hebatnya nafsu makanku tak sedikitpun berkurang meski perasaanku sedang tidak labil, mungkin memang karena aku lapar sekali.

Sesudahnya, aku berniat pulang. Di perjalanan aku melewati sebuah taman. Sedikit gelap, tapi masih ada penerangannya. Tunggu, aku seperti melihat…… itu Niall dan Holly! Mengapa mereka belum pulang? Sayangnya mereka tak melihatku, aku hanya melihat punggung mereka. Holly bersandar di dada Niall, mereka duduk di bangku taman. Aku terpaku menatap punggung mereka dari kejauhan. Dan….. Holly mencium Niall, tepat di bibir Niall. Sungguh miris hatiku melihatnya, aku benci harus merasa seperti ini. Aku selalu berharap itu aku yang ada di posisi Holly, betapa beruntungnya dia……
Whenever you kiss her, im breaking..
oh how I wish that was me…..


December, 18th 2011. Nandos, 7:10 PM

Waktu sudah berlalu, dan aku tak tau apa yang terjadi antara Niall maupun Holly. Aku benar-benar sedang berusaha kerasa memulihkan perasaanku. Aku lelah merasa sesak tiap aku melihat mereka. Aku lelah mengharapkan hal yang tak pasti….
Sejauh ini aku menjalani hidupku seperti biasa, dengan kehadiran the boys, Eleanor dan Danielle di hidupku, kecuali Niall. Mereka tak henti menghias tawa di wajahku. Niall hanya sesekali menampakkan dirinya bersama kami.

Tapi entah mengapa malam ini Niall muncul di hadapanku dan langsung duduk di bangku depan mejaku.
“hey, alone huh?” Tanya Niall membuka pembicaraan. “yeaaa… just like I used to” jawabku sambil tersenyum. Kemudian Niall memesan makanan, dan kita mengobrol banyak tentang kegiatan kuliah, yang lama-lama merembet menjadi membicarakan masalah pribadi, percintaan….
“well, y know.. me and Holly are finish.. its been a long time, like…. A month ago”. “oh yeah? How can you guys be like that?” aku sedikit tak percaya, ternyata mereka sudah putus. Kemudian dia menceritakan lagi, ia memutuskan untuk mengakhiri hubungannnya dengan Holly karena memang dia sudah keterlaluan, Holly kepergok selingkuh lagi, oleh Niall sendiri. Dan Niall juga mengaku bahwa ia memang sudah mati rasa terhadap Holly.

“I don’t feel anything again with that girl.. seems like I gotta feeling for another girl. I feel like… I feel comfort everytime Im with her, and I miss her everytime we don’t meet” ucap Niall. “really? Who is she?”. “so you want to know? Well… it’s a secret” Niall berkata demikian seraya menjulurkan lidahnya, ia meledekku. Aku memukulnya pelan, balasan dari ledekkan yang ia lakukan terhadapku. Kemudian kita tertawa dan sangat menikmati pembicaraan ini. Aku mengira-ngira siapa gadis yang Niall maksud….
Setelah selesai makan, kami bergegas kembali ke apartemen masing-masing. Tentu saja, Niall mengantarku, ia pria yang baik. Di perjalanan kita melewati taman dimana waktu itu aku melihat Niall bersama Holly. Kemudian Niall mengajakku mampir sebentar duduk-duduk di bangku taman. Aku menurutinya, kebetulan aku memang sedang tidak ada kesibukan. Setelah kami duduk, kami sama-sama terdiam untuk beberapa saat, aku memandangi langit, bintangnya banyak dan terang. Sepertinya Niall juga melihatnya, dan aku merasa sepertinya ia menatapku. Aku menoleh dan benar saja, ia sedang menatapku. Ya ampun, tatapan itu, mata biru itu… begitu indah dan…. Ya ampun aku belum menghilangkan perasaanku terhadapnya…..

“so.. how was your day?” Niall mulai membuka pembicaraan. “fine, still doing study things hahaha” “great, I mean.. did you got any boyfriend yet? During these days, its always me who share story with you. I never hear you tell me bout your love story” . “why did you ask that? Well I don’t know exactly, I love a boy, but I think I didn’t get any chance, so all I trying to do is just enjoying this feeling” aku menceritakan apa yang kurasa pada Niall, aku tak tahu apa dia sadar bahwa yang sedang aku bicarakan ialah dirinya sendiri…

“uumm…. From the day we break up, I mean Holly and I, I was looking for you, looking for the best time to meet you and share all of the story about me and Holly. But its hard, I cant find the best time. everytime I had a free time and tryin to meet you, the other boys also Eleanor and Danielle said that you were working a project in the university. And they told me that when you had a free time, its my turn, I was busy with homework. And lucky I am, tonight I can find you.”
Aku kaget, ternyata selama ini Niall berusaha buat ketemu aku, ngobrol sama aku meskipun obrolannya tentang dia dan Holly.
“but where do you know that I was in Nandos tonight?” Tanya aku untuk memastikan apa benar dugaanku bahwa Danielle yang member tahu Niall aku ada di Nandos.
“of course Danielle…” jawab Niall. Benar saja dugaanku, baru saja aku ingin merespon, Niall sudah angkat bicara lagi.
“you know what… friends were asking me how do I feel with you.. they asked whether I had feelings for you. I got confused at that time. why did they ask me such those question? Then I forced them to tell me what had actually happened. And yeah.. they told me that since the first time we met, you had a feeling for me. is that right? Im sorry Im asking you this question, but surely, the girl I told you few moments ago, its you…..”

Aku benar-benar tak menyangka dengan apa yang Niall katakan padaku. Dia tahu dari teman-teman bahwa aku mencintainya? Dan ternyata wanita yang Niall ceritakan barusan di Nandos adalah aku? Aku speechless, aku mencoba menjawab sebisaku..

“re… really? How dare they told you the truth” ucapku seraya memasang wajah cemberut.
“im forcing them, sorry.. and they told me that they cannot hide their willing anymore. They want me to know all about your feeling during these times. They want the best for us”
“Oh yeaa I see.. and.. yeaahh, that’s right” aku mengiyakan, aku mengakui bahwa yang teman-teman beritahu ke Niall itu memang benar, aku malu, aku berkata demikian sambil menundukkan kepalaku…
Kemudian…. Niall mengangkat daguku, hatiku berdebar..
“so.. would you please be my girl? Since I broke up with Holly for the first time, I felt like… I miss you, I felt like im losing something that colouring my life.. and I realized that it was you..” Niall menyatakan padaku! Wajahnya terlihat sayu, memohon…
Aku benar-benar tak percaya. Mata kita beradu pandang, hatiku benar-benar berdebar. Aku tak percaya harapanku selama ini menjadi kenyataan..
“yeah… I will” aku menjawabnya sambil menundukkan kepala sekali lagi, aku malu, mungkin wajahku sudah semerah tomat saat ini.
Tiba-tiba saja dia memelukku, haaaahhh benar-benar nyaman dan…. Kita terpaku untuk beberapa saat. Kemudian kita mengobrol, dan akhirnya kita memutuskan untuk pulang. Tentu saja, pacar baruku mengantarku pulang.
Di sepanjang perjalanan, aku terus berpikir. Benarkah ini terjadi padaku? Ataukah ini hanya mimpi?. Entah…
Ketika sampai di depan apartemenku aku pamit dengannya “well.. goobye Niall”. “goodbye sweety” jawabnya sambil tersenyum. Apa? Sweety? Aku dipanggil sweety? Kurasa saat ini mukaku benar-benar memerah. Lalu aku membalikkan badan hendak masuk ke dalam apartemenku. Sebelum aku benar-benar berjalan, tiba-tiba saja Niall menarik tanganku dan….. dia menciumku, tepat di bibirku….. hatiku berdebar, benar-benar tak menyangka aku telah mendapatkan apa yang ku harapkan selama ini. Ini bukan mimpi…..

December, 18th 2011. My bedroom, 11:50 PM

aku terus-terusan tersenyum. Membayangkan kejadian yang baru saja kualami. Aku benar-benar merasa beruntung. Haaaaahhhhh
tiba-tiba handphoneku berdering. Yeay, itu pesan singkat dari Niall.
“have a sweet dream honey, cant wait to see you tomorrow. I’ll pick you up then we’re going together to college. okay baby? Love you”
“okay, you too have a sweet dream Niall. I’ll wait for you tomorrow :)” balasku.
Daaaannnn, datang pesan singkat lain. Kali ini dari Danielle. Belum sempat aku membukanya, datang lagi  yang lain dari Liam.
“hahaha gotcha! Congrats for the dating beauty ! wish you both have a romantic and long time duration of love :)” itu dari Danielle, ternyata teman-teman sudah tahu rupanya. Cepat juga.
“massive thank you my bestfriend, I owe you :”)” balasku, kemudian aku membuka pesan singkat dari Liam.
“hey, hows the dating? When arrive at our bootcamp, immediately Niall told us all that happened tonight. Congrats ! be the most romantic couple :) -Liam, Zayn, Louis, Harry”

Itu the boys, aku benar-benar bahagia, teman-temanku sayang padaku. Aku mulai mengetik balasan “thank you boys, I owe you all :’)”
Aku baru akan merebahkan tubuhku untuk beranjak tidur, tapi kemudian handphoneku kembali berdering. Kali ini telpon, dari Eleanor. Aku mengangkatnya dan kita mengobrol cukup lama.ia mengucapkan selamat untukku, sama seperti Dan dan the boys. Kemudian aku menceritakan apa yg terjadi dan apa yang kurasa malam ini.
Setelah selesai menelpon, barulah aku merebahkan tubuhku. Lelah, tapi sangat menyenangkan. Malam ini takkan pernah terlupakan, dan aku yakin, seterusnya akan menyenangkan menjalani hari bersama Niall………………… :)
ONE DIRECTION FACTS
One Direction adalah sebuah boyband asal UK yang terdiri dari 5 orang pria. Member-membernya bernama Niall Horan, ia adalah satu-satunya personil yang berasal dari Ireland. Kemudian ada Liam Payne, Louis Tomlinson, Harry Styles dan Zayan Malik. Zayn merupakan satu-satunya member yang beragama Islam.
Nama panjang Niall adalah Niall James Horan, nama ibunya Maura Gallagher dan nama ayahnya Bobby Horan. Dia satu-satunya member yang berasal dari Ireland, so he’s an Irish. Dia member yang doyan makan, banget. Bahkan dia bakala sedih banget kalo lagi laper. Dan restoran yang paling Niall favoritin itu Nandos, bahkan pas ditanya, Niall bilang kalo nanti dia punya Nandos sendiri dia bakal kasi nama Nialldos. Satu lagi, kebiasaan buruknya adalah…. Ngentut ! but he’s still cute :3 . Niall lahir 13 September 1993 di Mullingar, Country Westmeath, Ireland. Dia punya satu kakak namanya Greg Horan. Orangtuanya bercerai waktu Niall masih 5 tahun. Niall itu left-handed, nama lainnya kidal. Dan dia paling seneng main gitar, gitar pas hari natal merupakan hadiah terbaik yang pernah Niall terima. Warna favorit Niall adalah hijau, favorite movienya berjudul Taken. Niall ngefans berat sama Justin bieber, bahkan kata Liam, kalo kita buka dompet niall, yang pertama kita liat ya fotonya justin sama foto the boys. Niall suka sama cewe ga dari penampilan, dia bisa jatuh hati sama siapapun, karena Niall jatuh cinta itu ga pake mata, tapi pake hati. Meskipun member yang paling muda itu harry, the boys selalu berfikir bahwa yang paling muda itu Niall, kata Louis hal itu karena Niall is cute while Harry is pervert hahaha bahkan Harry kadang iri sama Niall karena dia yang paling dimanja di 1D. kemampuan Niall bernyanyi terlihat pas Niall dan keluarganya jalan-jalan naik mobil, kemudian Niall bernyanyi dan tantenya mengira itu adalah suara radio. Dan cerita yang sama juga terjadi sama Michael Buble yang juga merupakan idola Niall.

Liam, nama panjangnya Liam James Payne, nama tengah yang sama dengan yang dimiliki Niall. Liam lahir tanggal 29 Agustus 1993, ia berasal dari Wolverhampton, West Midlands, England. Liam lahir 3 minggu lebih awal. Orang tuanya bernama Karen dan Geoff. Liam punya dua kakak perempuan, namanya Ruth dan Nicola. Dari kecil Liam cuma punya satu ginjal, dan se;ama 4 bulan sejak kelahirannya,tiap pagi dan malam Liam harus disuntik sebanyak 32 kali. Meskipun cuma punya satu ginjal, Liam tetep hiperaktif kaya anak-anak pada umunya. Liam itu waktu kecilnya sering banget di bully. Bahkan pernah pas dia ulangtahun, dia ngundang temen sekelasnya tapi ga ada satupun yang datang. Liam pernah ikut audisi x factor pas tahun 2008, tapi uncle simon justru nyuruh dia balik lagi tahun 2010, dan Liam bener-bener balik lagi ke x factor pas 2010 hingga bisa gabung ke One Direction sampe sekarang. Liam punya phobia sama sendok, katanya dia jadi benci sama sendok karena gara-gara sendok ikan yang Liam punya jadi mati. Liam pernah nangis waktu di sebuah restoran pelayannya bilang ke Liam dia ga boleh makan pake garpu, harus pake sendok. Hobby Liam itu surfing dan warna favoritnya ialah ungu, dan movie favoritnya adalah Click. Kekasih Liam namanya Danielle, Danielle seorang dancer, dan mereka ketemu pas di x factor. Liam suka sama cewe yang hitam manis dan berambut keriting, itu sebabnya dia memilih Danielle. Liam sayang banget sama Danielle. Pernah di suatu penampilan lagu One Thing, pas bagian Liam yang “you make my heart race”, Liam menyanyikan itu sambil menunjuk ke arah Danielle. Liam itu udah kaya Daddy Direction, jadi kaya ayahnya member One Direction lain. Salah satu contohnya, kalo the boys lagi pada mabuk, Liam lah yang ngejagain mereka dan nganterin mereka pulang dengan selamat sampe rumah mereka masing-masing. Dan Liam itu terkenal yang paling ramah sama fans, dia sering bales mention fans dan ngefollowback fans, Liam juga rendah hati banget, itu karena dia pernah ngerasain yang namamnya di bully, jadi Liam berusaha sebisa mungkin supaya cuma dia aja yang ngerasain di bully. Karena tidak tahu, Liam berfikir bahwa YOLO adalah Yummy Oreos Love Origami, hahaha

Zayn, nama panjangnya Zayn Javaad Malik. Dia lahir tanggal 12 Januari 1993 di Westlane, Bradford, England. Ayahnya bernama Yaser dan ibunya bernama Trisha. Zayn punya 3 saudara perempuan yang bernama Doniya, Waliyha, dan Safaa. Seperti yang telah dikatakan sebelumnya, Zayn merupakan satu-satunya member yang beragama Islam. Alasan Zayn ikut x factor juga ingin menunjukkan bahwa seprang muslim juga bisa sukses. Zayn hobby menggambar kartun, warna favoritnya biru, movie favoritnya Scarface dan dia phobia sama air dan ketinggian. Zayn selama ini merupakan seorang perokok, dan harapan dia, di tahun 2012 ini dia bisa berhenti merokok buat fans-fansnya. Bahkan Zayn sampe nangis dan minta maaf sama fansnya pas fansnya ngasih dia buku yang ngebahas tentang buruknya merokok. Zayn suka banget men-tatto dirinya, ada lebih dari 5 tatoo yang di gambar di tubuhnya. Zayn juga merupakan member yang paling sering bikin quote bagus tentang hidup. Zayn sayang banget sam Niall, salah satunya bisa dilihat pas dia ngaku kalo misalnya One Direction lagi dikejar-kejar sama fans, yang paling pertama Zayn cari ialah Niall, karena dia tahu kalo Niall paling takut sama keributan. Liam pernah bilang, kalo Zayn lagi bosen, dia suka pake kacamata, dan kemudian dia ke kamar mandi, pergi ke kacanya dan berbicara dengan sabun -_-

Harry Styles, nama panjangnya Harry Edward Styles. Dia lahir tanggal 1 Februari 1994. Ia berasal dari village Holmes Chapel, Cheshire, England. Nama ibunya Anne Cox dan ayahnya Des Styles. Harry punya kakak perempuan bernama Gemma. Orangtuanya juga bercerai saat dia berumur 7 tahun. Harry dulunya tergabung dalam sebuah band bernama White Eskimo sebagai vokalis. Harry punya kebiasaan buruk, yaitu “being naked”. Dia bilang dia phobia sama rollercaster dan….. telur buaya. Sedangkan warna favoritnya adalah pink! Dan movie yang difavoritin Harry adalah Love Actually. Waktu harry ulang tahun, the boys ngajak harry buat spa. Di tengah perjalanan, the boys malah guyur harry pake aer es. Harry pernah terjatuh di New Zealand Paparazzi, dan so sweetnya, the boys yang lain berpura-pura ikut terjatuh agar Harry tidak malu. Kemudian ada juga cerita lain dari Zayn, katanya suatu hari Zayn bilang sama Harry “look! There’s a dead bird” dan harry langsung nengok ke langit dan bilang “WHERE?” LOL. The boys bilang, harry itu bakalan jadi the best boyfriend, karena Harry kalo udah cinta bakal ngasih apa aja buat cewe yang dia sayang, termasuk dunianya sendiri. Waktu One Direction perform pertama kali di layar tv, Harry melakukan kesalahan fatal, di lagu What Makes You Beautiful, harry sempat tidak bisa mengendalikan nafasnya sehingga lirik yang ia nyanyikan terkesan jelek. Dan dia sampe nangis karena hal itu. Banyak orang yang langsung mencaci dirinya. Harry juga langsung menyendiri. Niall aja sampe bilang kalo komentar yang dikasih buat Harry itu bener-bener nyakitin, siapapun yang baca pasti bakal sakit hati.

Louis, nama panjangnya Louis William Tomlinson, dia lahir pas Christmas eve tahun 1991. Orang tuanya bernama Johannah dan Troy. Tapi kemudian mereka bercerai dan Louis mengambil nama Tomlinson dari ayah tirinya, Mark Tomlinson. Louis merupakan member yang paling tua, dan phobianya adalah “growing old” . Louis juga merupakan member yang paling suka ngelucu, warna favoritnya ialah merah, movie favoritnya berjudul Grease. Padahal, pada awalnya the boys mengira kalo yang paling pendiem itu Louis, tapi ternyata mereka salah. Meskipun suka melucu, Louis juga merupakan orang yang caring. Louis punya pacar namanya Eleanor, Eleanor ini merupakan seorang model. Louis suka menyebut dirinya “swagmasta from doncasta” dan pas dia ngomong itu, Zayn nyeletuk “but your mom calls you boobear”. Louis bilang dia benci dipanggil Boobear sama the boys, tapi Harry bilang justru panggilan itu yang bakal sering mereka lontarkan. Hal so sweet yang pernah Louis lakuin ke Niall adalah, pas 1D terjebak 8 jam tanpa makanan, Louis mengambil cereal bar, dan bukannya memakan itu, ia malah memberikannya untuk Niall, ini nih salah satu bukti kalo Louis itu orangnya juga caring.
Factsnya segini aja ya, beneran deh kalo dilanjutin bakal lama dan capek. maaf kalo misalnya ada yang salah, semua diketahui dari berbagai macam sumber, dari mulai fanbase di twitter sampe searching di internet.

READMORE - ONE DIRECTION FANFICTION - I WISH

16 December 2012

Selamanya Cinta part 8 *ending (onedirection fanfiction story)


HAY ZAAAAAYYYYNNNNNNN!! Sapa Tara dengan sangat antusias ketika ia menghampiri Zayn di kelasnya sepulang sekolah. “eh Tara….” Sahut Zayn dengan sangat hati-hati, ekspresinya menunjukkan bahwa ia sangatlah….bingung. “masi aja kaku ah” senggol Tara sambil menyunggingkan senyum lebarnya. “aku pengen ngomong Zayn, ke taman belakang sekolah yukyuk” “iyaaa deh ayuk hehe” jawab Zayn.

“jadi gini Zayn…” ekspresi Tara tiba-tiba berubah menjadi serius ketika ia dan Zayn sudah duduk di bangku taman sekolahnya, tatapannya memandang lurus ke depan. Zayn hanya menatap Tara dalam-dalam, sama  seperti perasaannya terhadap gadis di sampingnya saat ini, begitu mendalam hingga dadanya dipenuhi sesak. “aku sebenernya bingung mau mulai drmana Zayn HA HA -_-“

“yaudah aku deh yang mulai…” ucap Zayn, kali ini lebih rileks dari sebelumnya. “gimana Tara…. Kamu udah dapet jawabannya ya.. hehe” sambil tersenyum Zayn menanyakan hal tersebut pada Tara yang masih saja memandang lurus ke depan, tak berani menatap tatapan lembut yang dimiliki pria di sampingnya.

“mm… zayn…. Langsung aja deh ya….” Tara kemudian mengalihkan pandangannya menatap Zayn. “kamu tau, aku sayang banget sama Niall. Dan sampe sekarang aku masih nyimpen di sini Zayn, dia gak kemana-mana” ucap Tara seraya memegang dadanya. Zayn memelas, baru saja ia ingin mengeluarkan kata-kata, Tara memotongnya. “sekeras apapun aku pengen lupain dia, gak bisa Zayn, gak bisa….” “kasih aku kesempatan Ra…. Aku bisa ngebuat kamu jatuh cinta sama aku, aku yakin” “engga Zayn, terlalu jahat….. maaf, aku sayang kamu, aku udah anggep kamu kayak kaka aku sendiri Zayn, tolong ngertiin perasaan aku.. dan jangan bkin aku ngerasa salah dengan kamu bertahan, you deserve more than me.. kamu pasti dapet yang lebih-lebih dari aku Zayn, kamu cuma perlu peka.. oke?” “Ra… please……” pinta Zayn dengan lemah, ia menggengam tangan Tara yang langsung saja menepisnya. “nggak Zayn, kamu sayang Niall kan? Aku juga.. haha” tawa Tara untuk mencairkan suasana.

Tiba-tiba saja witha datang dengan berlari-lari kecil. “hufftttt… untung kamu masih ada Ra! Kamu di cariin tuh sama pak Fandi” “hah? Ada apa Tha?” “hm.. kayanya mau ngomongin soal lomba mading deh” “oh oke.. aku duluan ya Zayn” ucap Tara sambil bangkit dari duduknya “tha kamu temenin Zayn deh, kesian tuh dia kece….. pian! Haha” tawa Tara, ia mengedipkan sebelah matanya ketika tatapannya bertemu dengan Zayn, Zayn tersentak, tapi kemudian berusaha tenang kembali.

“hai Zayn” sapa Witha sambil tersenyum ramah. “kamu gak pulang?” “hah? Ng…. iya nanti hehe” jawab Zayn. “ohh.. masih ada urusan sama Tara ya? Aku duluan deh ya kalo gitu” ucap Witha seraya melangkahkan kaki menjauhi Zayn yang masih duduk di tempatnya. Tiba-tiba saja Zayn meraih tangan Witha, witha membalikkan badannya dan memasang ekspresi heran “kenapa Zayn?” Zayn tersenyum kemudian bekata “aku anter ya.. tapi temenin aku makan siang dulu” “oohhaha ayuk deh” sahut Witha.

Singkat cerita, dari kedipan nakal Tara lah Zayn sadar. Yang dimaksud “peka” oleh Tara ialah peka bahwa 
ada witha yang selama ini selalu memperhatikannya.  Sejak itu pula, Zayn dan Witha terlihat sering bersama dan menjadi lebih dekat dari sebelumnya. Mungkin ini awal dari Happy Ending yang akan didapat oleh Witha atas ketulusannya selama ini.


Tinggal kasih penjelasan ke Harry alias Jo atau siapapun dia deh… udah deh, abis itu aku sendiri lagi. Gak akan ada Jo yang selalu ngebaca curhatan aku.gak akan ada Harry yang selalu ngajak aku main kalo lagi bete. Witha juga, sejak deket sama Zayn pasti waktunya jadi berkurang buat perhatiin aku yang bisanya cuma nyusahin orang aja ha ha. …Dan gak akan ada Zayn yang selalu manjain aku layaknya kakak manjain adiknya……..
Liam juga… dia sibuk pacaran aja aaaaaaa
Kangen waktu dulu.. waktu masih asik asik aja sama the boys……..
Sampe kapan Niall gak mau balik? Tara kangen, Tara sepi disini…….

Dua bulan pun telah Tara lewati sejak permasalahannya dengan Harry dan Zayn yang kini sudah menerima keputusan Tara. Dan kini pun, Tara masih tanpa Niall disisinya. Tara masih terus merindukannya, masih terus berharap kedatangannya.

Malam itu Tara tak dapat memejamkan matanya seperti biasa. Entah kenapa bayang-bayang Niall selalu terlintas, dan ia merasakan rindu yang menusuk di dadanya. Kenangan bersama Niall pun terlintas di pikirannya, segalanya. Begitu menyesakkan hingga ia tak dapat membendung air matanya. Tara pun menangis, tanpa suara.

Setelah menangis, ia memutuskan untuk keluar rumah, dan pergi menuju taman. Tempat yang sering ia kunjungi bersama Niall. Yang bahkan setelah kepergiannya pun Tara masih sering kunjungi, betapa taman itu dapat mengobati rasa rindunya, meskipun hanya sesaat, dan sedikit.

Sesampainya disana, Tara hanya duduk terdiam. Taman itu kini sudah sepi, hanya ada sepasang kekasih, itu pun berada di seberang danau yang letaknya tepat di depan bangku yang Tara duduki. Kemudian Tara bangkit, berjalan perlahan menuju pinggir danau. Tara bersedekap, memeluk dirinya sendiri, karena udaranya terasa dingin, dan sialnya ia tak membawa jaket.

Tara memejamkan matanya dan beberapa butiran air mata menetes di pipinya. Ia menarik nafas dalam-dalam, menghembuskannya. Ia membayangkan kalau saja Niall ada disini bersamanya. Memeluknya dari belakang, seperti yang selalu dilakukannya. Ia membayangkan tangan Niall yang kekar melingkari perutnya, kemudian Niall meletakan dagunya di pundak Tara. Hangat, kehangatan yang tak asing lagi kini ia kembali rasakan. Hembusan nafas yang tenang Tara rasakan di sekitar lehernya. Tara kaget dan langsung tersentak ketika ia menyadari apa yang ia bayangkan merupakan kenyataan.

Tangan itu kini kian mengerat, namun tetap lembut. “aku disini…..” bisik pria yang melingkarkan tangannya itu. Masih dipenuhi dengan rasa terkejut, Tara perlahan menoleh. Niall ! itu memang Niall! Tara yakin ia tak sedang bermimpi apalagi berkhayal. “ni… niall????” “sshhh… iyaa ini aku Ra”

Tara menggelengkan kepala keras-keras, memejamkan matanya. “hey… ini beneran aku” kini kedua pasang mata mereka bertemu, jarak keduanya begitu dekat. Kini Tara yakin ini bukan mimpi. Kemudian ia kembali menatap ke depan, dan meletakkan tangannya diatas tangan Niall yang masih memeluknya. Pegangan Tara mengerat, ia tersenyum bahagia, masih dengan air mata yang belum diseka. “jangan pergi lagi Niall… aku kangen kamu, aku gak mau kamu pergi, nggak lagi….”  Lebih dari itu yang ingin Tara katakan, namun hanya itu yang keluar dengan susah payah.

Niall membalikkan badan Tara dan langsung memegang kedua pipi Tara dengan lembut, menatapnya dalam-dalam. “aku disini sayang…. Aku gak akan pergi lagi, segalanya bakal balik kaya dulu lagi kok, bahkan aku janji kali ini akan tambah membaik” Tara memegang tangan Niall dan berkata dengan suara yang terisak  “ini kamu kan….. ini beneran Niall kan? Aku gak lagi ngayal kan? Engga kan???” Niall menggeleng dan Tara langsung memeluknya, dengan erat sekali, seolah Niall akan hilang dalam hitungan detik dan ia sangat tak ingin itu terjadi sehingga ia mengeratkan pelukannya. Ia menenggelamkan kepalanya di pelukan Niall. Dan Niall mendekapnya dengan penuh perasaan, mengelus-elus rambut Tara.  “jangan pergi lagiii…. Aku capek sendirian, capek ngejalanin semuanya tanpa kamu….” Ucap Tara di sela tangisannya. Yang diajak berbicara hanya terdiam, hanya memejamkan mata dan menghembuskan nafasnya yang berat, masih mengelus rambut Tara dengan lembut. “ssshhh… udah, jangan nangis lagi sayang”

Tara melepaskan pelukannya dengan Niall, ia menengadah dan mendang Niall. Kemudian Niall menghapus air mata yang ada di pipi tara “senyum buat akunya mana?” pinta Niall seraya menyungginggkan senyum lembutnya yang begitu khas, yang masih Tara ingat, dan ia begitu merindukan senyum itu. Tara tersenyum dan keduanya pun duduk di bangku.

Niall melepas jaket yang ia kenakan, kemudian memakaikannya untuk Tara yang hanya bisa tersenyum. Setelah hening beberapa saat, tiba-tiba saja Tara memukul lengan Niall dengan manja “kenapa pergi coba? Gak pake pamit lagi!” ucapnya seolah memarahi Niall. “hahaha kok aku dipukul sih?” “ya abis kamu jahat! Main pergi pergi aja gak pake pamit, berapa bulan coba tuh kamu bayangin aku gak ada kamu, sedih tauuuu! Udah mana pas pemakaman Louis kamu gak dateng, jahat dasar” “dih haha iyaaa aku cerita nih ya…” ucap Niall dengan senyum yang mengembang.

“aku dateng tau sebenernya ke pemakaman Louis, tapi ya gak bareng kalian. aku ngerasa bersalah banget Ra sama Louis, salah banget. Di sisi lain, aku udah sayang banget sama kamu. Aku bingung, dan aku cuma bisa lari dari kenyataan, aku mutusin buat pergi dari hidup kamu. Aku sampe ajak orang tua aku buat pindah. Mereka udah duluan pindah, aku nyusulnya pas udah pulang dari pemakaman Louis. Di jalan, aku kecelakan Ra hehe”

“hah?! Kecelakaan?!” mata Tara membelalak kaget.
“iya… pala aku sampe dijahit nih” ucap Niall sambil menunjukkan bekas jahitan di keningnya” “ih apaan sih serem banget…..”
“kok serem? Haha udah tuh ya, aku koma Ra, sebulan lebih ada kali… dan kamu tau? Di dalam keadaan koma aku mimpi ketemu Louis disini, di taman ini… dia lagi duduk di pinggir danau, nikmatin pemandangan. Trus aku samper dia, aku ikutan duduk, eh dia kaget, dia nanya “ngapain lo disini Niall?” trus aku jawabnya “loh, gue pengen ikut lo Lou.. udah selesai waktu gue juga” “apaan sih.. belom Niall! Tara masih butuh lo. Dia sayang banget sama lo, dan lo tega ninggalin dia? Kalo lo tega bikin dia nangis brarti lo gak nepatin janji lo ke gue” gitu, aku diomel-omelin pokoknya sama Louis. “tapi Lou.. ini bukannya adil? Kita sama-sama gak dapetin Tara” “trus? Tara gak dapet apa apa? Gak ada yang jagain dia?” “pasti ada lou yang gantiin kita” “apaan sih.. gue maunya lo! Cuma lo niall yang gue yakin bisa bikin Tara seneng, Tara gak sedih.. cuma lo yang bisa bikin dia nyaman” “gue… gue gak enak sama lo Lou.. gue ngerasa bersalah..” “bersalah kenapa? Gue gapapa Niall, gue udah seneng disini dan gue pengen lo pulang, ngejagain Tara” trus aku cuma bisa diem tuh.. dia ngomong lagi “udah sana balik, Tara nungguin… jagain dia ya yel, gue percaya sama lo” trus kita pelukan, pelukan anak cowo ya! Kamu jangan mikir macem-macem” “hahaha” terdengar tawa Tara yang lepas.

“yaudah yakan… gak lama, aku sadar dr koma… dan aku sadar aku harus balik ke sini. Aku kangen juga sama kamu lagian. Pas masa penyembuhan, aku juga ngerasain sepi yang kaya kamu rasain Ra, hampa banget tanpa kamu. Aku sadar aku gak bisa ngerelain kamu sama siapapun. Udah deh, pas sembuh aku balik tadi siang. Terus aku gak bisa tidur, kangen banget sm kamu, jadi aku kesini hehe”

Tara masih dengan tatapan tak percayanya, dan tanpa mengeluarkan sepatah katapun. Tapi kemudian langsung tersadar “tuh! Bener tuh Louis, aku disini butuh kamu tauuuuu” wajahnya cemberut. “haha kamu lucu kalo lagi ngambek gitu, iya maaf ya sayaaaang” “untung kamu sembuh, kalo nggak… gak tau deh aku” “yaudah, sekarang kan aku udah disini, aku janji gak akan ada lagi yang misahin kita. I love you Tara” Niall kemudian mencium kening Tara. “tunggu” ucap Tara “ini…. Tanggal 15 kann? Kita annive sayaaang” lanjutnya dengan ekspresi senang. “iya ya? Ehhhiyaaa haha yang keberapa bulan ya?” “ng… dua tahun kali!” “diiihhaha apaan sih kamu lebay” ledek Niall “ish yaudah sih yeeee”

Selanjutnya mereka berdua kembali menikmati masa-masa bersama yang selalu indah. Tara takkan pernah melupakan malam ini, malam dimana orang yang begitu ia sayangi, kembali ke pelukannya dan kembali mengisi hari-harinya, ia hanya berharap takkan ada lagi yang dapat memisahkan mereka, kecuali kematian.


Epilog
“Louuiiiiisssss sini sayaaaang” “iyaaaa” terdengar jawaban dari kejauhan. “sini nak” kemudian bocah berumur 4tahun itu menghampiri sang ayah dan duduk di pangkuannya “kenapa pah?”

“kamu mau undang siapa aja nanti? Kan kamu ulang tahun tuh ya… mama lagi nulis-nulisin nih buat kasih-kasihin undangannya” “eyang undang ya mah?” jawab si kecil dengan lugu. “aaahh eyang pasti dateng dong nak, diundang gak diundang pokoknya eyang mau dateng, kan eyang mau liat cucu eyang yang ganteng ini” ucap sang nenek. “iya sayang, terus?” “Heli mahh! cama Tania cama deyia juga! Meleka halus dateng” “hah? siapa tuh Ra? Dia ngomong apa” Tanya sang nenek pada ibunya. “oohhaha temen deketnya mah, Harry, Delia sama Tania” “itu anak siapa tah?” “Zayn Liam sama Harry lah maahh” timpal sang ayah. “ooohhh… mereka juga udah nikah toh. Sama siapa?” “ya udah ma.. masa mau lajang mulu haha Harry sama Vio anaknya yang namanya Harry juga, gak kreatif emang dia mah. Terus  Liam sama Deas anaknya si Delia Delia itu, trus Zayn sama Witha deh, anaknya namanya Tania” “oh gitu.. kamu gak nyanyi-nyanyi lagi tuh sama mereka?” “haha udah pensiun mah, biar Louis aja nanti yang gantiin” gurau Tara. “nah iya tuh, Tara bener” Niall menimpali, “biar jagoan aku nanti yang nerusin karir haha”

“mah aku mau main agiiii” ucap Louis seraya berlari-lari kecil setelah turun dari pangkuan ayahnya. “eeeehh ntar dulu ini temen rumah siapa lag…. Hhh yaudah deh ah” ucap Tara dengan wajah jengkelnya. “haha sabar sayang.. nanti malem aja kalo mau tidur, itu daftarnya udah banyak lagian” “iya deh…. Louuuuuu! Mainnya jangan jauh-jauuuuhh” “iya maaaaahhh” sahut si kecil dari kejauhan.

TAMAT

HAAAAAHHH! Rasanya bisa nyelesain cerita ini itu…….. kaya orang abis lahiran loh :”)
Nggak deng, gue blm ngerasain rasanya lahiran.
Ceritanya lama ya ? panjang juga ya? Iya maap :(

Awalnyaaa… tujuan gue bikin nih cerita cuman buat iseng, cuma buat kepuasan diri sendiri aja. Gue jg berpikir gak akan ada yang bakal baca, jadinya yaaaa… ya lama jeda dr part satu ke yang lainnya hehe
Sampe kemudiaaannn…. Gue ketemu di twitter sama salah satu, tunggu, maksud gue, satu-satunya pembaca setia gue wkwk namanya Witha. Sejak itu, gue punya dorongan buat ngelanjutin nih cerita, pokoknya jadi tambah semangat deeehhh

Jadi secara gak langsung, gue dedikasiin cerita ini buat Witha, kenalan gue di twitter, thanks banget udah mau baca yaaaaa ya gue tau lo ngebatin mulu pasti :”)

Kalo ada selain witha yang baca, gue ucapin makasih yang sebesar-sebesarnya, tapi gue rasa engga ada :”D wkwk sebodo deh, balik lagi ke tujuan awal, ini cuma iseng belaka.

Selain witha nih, ada juga seseorang yang yaaaa….. jadi motivasi buat gue juga buat ngelanjutin cerita ini.. diaaaaa…. Dia siapa ya… rahasia deh ;3

Pokoknya makasiiiih buat witha dan seseorang disana dan yang lainnya yang udah baca ini cerita, yang udah jadi motivasi gue buat tetep ngelanjutin sampe akhir.

Makasih juga yang udah kasih komen di part-part sebelumnya, gue berharap kelian juga baca ampe abis :”)
Udah deh, kebanyakan ngmong ini mah wkwk

Kritiknya ditunggu yaaaaaa, massive thanks for reading :)
READMORE - Selamanya Cinta part 8 *ending (onedirection fanfiction story)